Zona Merah Covid-19, Warga: Gue Mau Sehat, Orang Bogor Jangan Ke DKI Dulu Lah!!!

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Bogor masuk dalam zona merah. Kota Hujan ini menjadi satu-satunya daerah paling parah diwilayah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor hingga Kamis 27 Agustus 2020 tercatat total positif covid-19 berjumlah 540 orang, rinciannya 29 orang meninggal, selesai isolasi atau sembuh 318 orang dan positif aktif 193 orang.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kemudian untuk kasus dengan kategori kontak erat (orang tanpa gejala) hingga saat ini di Kota Bogor jumlahnya mencapai 1.308 orang, discarded atau selesai 1.119 orang, masih di karantina 189 orang.

Terakhir, kasus dengan kategori suspek (orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan) sebanyak 2.414 orang terdiri dari meninggal 37 orang, discarded 2.300 orang dan masih sakit 77 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional (GTPPN), merilis beberapa wilayah yang masuk dalam kategori zona merah penyebaran covid-19. Salah satunya adalah wilayah Kota Bogor.

Dalam data tersebut, Kota Bogor menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Jawa Barat yang masuk zona merah. Selain itu, ada pula 17 kota/kabupaten lainnya dari 9 provinsi se-Indonesia yang juga tercatat sebagai zona berbahaya penyebaran covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tidak membantah. Tapi, Bima belum dapat berkomentar lebih jauh perihal langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Pemerintah Kota Bogor setelah menyandang status zona merah.

Sementara warga Jakarta meminta kepada masyarakat Bogor tidak masuk ke ibu kota. “Ada baiknya tidak ke DKI dulu. Gue kan mau sehat, tunggu lah setelah mereda,” ucap Hamdani (34) warga Kebon Jeruk, Jakbar, Kamis (27/8) malam.

Begitu juga dengan Ipan. “Kita harap agar warga Bogor yang kerja di Jakarta melakukan WFH. Biar sama-sama tenang dan amanlah,” ungkap mahasiswa PTS di kawasan Grogol ini.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan