Waduh !!! Saat Prabu PL Memperingati Hari Sejuta Pohon, Temukan Limbah Diduga Pembuangan Dari TPA Burangkeng

LINGKAR INDONESIAPersatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (Prabu-PL) memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia dengan menanam pohon di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kec. Setu, Kab. Bekasi.

Acara penanam tersebut dihiasi penampilan musik yang dimainkan oleh anggota Prabu-PL dan pemuda setempat.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut turut hadir Carsa Hamdani ketua Prabu-PL, Karang Taruna Desa Burangkeng, LSM GMBI, Mahasiswa STEBI Global Mulia Cikarang, Perwakilan Jabar Bergerak, Kawali, pengurus anggota Prabu-PL

Dalam sambutannya Carsa Hamdani menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua yang telah mendukung acara penanaman sejuta pohon.

“Kita semua ibarat pelangi, berwarna-warni dipadukan menjadi indah, ini adalah bentuk sinergi untuk membangun lingkungan,” ucapnya.

Lanjutnya,” Dihari Gerakan Menanam Pohon Sedunia sengaja kita adakan di TPA, karena kita semua tahu TPA Burangkeng ini banyak sekali polusi lingkungan dan udara yang ditimbulkan, terutama bau, mudah-mudahan dengan menanam sejuta pohon ini bisa meminimalisir polusi udara tersebut.”

“Semua organisasi apapun pasti memiliki visi dan misi yang sama yaitu untuk membangun lingkungan,” jelasnya.

“Menjaga alam Desa adalah awal Menjaga Alam Nusantara,” ujarnya.

Mengetahui lingkungan tercemar, akibat limbah yang diduga disebabkan oleh TPA Burangkeng, Carsa Hamdani meminta pihak pemerintah terkait bertanggung jawab akan hal itu.

Dikesempatan yang sama Bagong Suyoto ketua Kapenas menuturkan,” Semua yang dilakukan teman-teman semua sangat mulia, mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat untuk lingkungan dimasa depan.”

Saat elemen masyarakat sedang melakukan penanaman pohon terdapat pencemaran lingkungan yang diduga di sebabkan oleh pembuangan TPA Burangkeng.

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada kepala UPTD TPA Burangkeng sekitar pukul 11:00 WIB, kepala UPTD sedang tidak ada ditempat. (RZ)

 

Tinggalkan Balasan