Usai Tuding PKS dan Cellica Lakukan Politik Uang, Ketua PCNU Karawang Dipolisikan

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Tulisan Ketua PCNU Karawang, KH Ahmad Ruhyat Hasby, dalam WhatsApp Grup (WAG), yang berisi hujatan terhadap calon bupati Cellica Nurrachadiana dan PKS, berbuntut panjang.

Kang Uyan panggilan akrab KH Ahmad Ruhyat akhirnya dilaporkan ke Kepolisian Resor Karawang oleh Ketua Koalisi Partai Pengusung Pasangan Cellica-Aep, Sukur Mulyono. Laporan itu telah tercatat di Polres Karawang dengan Nomor : STTLP/1236/X/2020/JABAR/RES KRW

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Benar, hari ini koalisi partai pengusung Paslon nomor 2 melaporkan seseorang yang bernama ARH yang diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan juga ada unsur berita bohong,” ujar Kuasa Hukum Koalisi Partai Pengusung Cellica-Aep, Dul Jalil, di Mapolres Karawang, Rabu (21/10/2020).

Menurut Dul Jalil, sejauh ini pihaknya belum pernah menerima permintaan maaf dari terlapor baik secara tertulis maupun langsung.

“Kami sama sekali tidak melaporkan unsur kampanye hitamnya. Tadi sudah disampaikan kepada penyidik yang kami laporkan adalah unsur pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong,” kata Dul Jalil.

Dijelaskan, terlapor diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik seperti diatur dalam Pasal 311 KUHP dengan junto UU ITE pasal 27 ayat 3.

Sementara dalam perbuatan penyebaran berita bohong, terlapor diduga melanggar Undang-undang Nomor 1 tahun 46 tentang peraturan hukum pidana.

“Dalam ini kami ajukan 2 delik sekaligus. Sementara alat bukti yang kami bawa hari ini adalah beberapa link berita dan print out dari berita tentang perbuatan terlapor,” kata Dul Jalil.

Dijelaskan juga, untuk memperkuat laporan tersebut, pelapor sudah menyiapkan dua saksi. “Jumlah saksi masih kondisional. Jika diperlukan bisa bertambah,” kata Dul Jalil.

Seperti yang diketahui bersama bahwa jagat media sosial di Karawang geger oleh munculnya tangkapan layar tulisan Kiai Ahmad Ruhyat Hasby. Kang Uyan yang saat ini menjabat Ketua PCNU Karawang, menuding pasangan Cellica-Aep dan PKS melakukan politik uang saat kampanye Pilbup Karawang 2020.

Dalam tulisan di WAG tersebut, Kiai Uyan menyebut ada 5 Kiai NU yang diberi uang senilai Rp 250 hingga 300 juta. Pondok pesantren yang katanya dikunjungi Cellica merupakan jaringan NU kultural.

Adapun lima kiai NU yang dituding mendapat uang dari Cellica-Aep adalah Kyai Ujang Badruddin dari Ponpes Nurusalam di Medang Asem, Kiai Wawan Jarakah, pengasuh Ponpes Baitul Burhan di Tempuran, Kiai Tatang Syihabuddin, pengasuh Ponpes Annihayah di Rawamerta, Kiai Abdul Goni Maruf, pengasuh Ponpes Alhidayah, Rawamerta dan Kyai Agus, dari Ponpes Sabilul Khair, Manggung Jaya Cikul.

Dalam tulisan yang sama Kiai Uyan mengajak warga NU struktural untuk memenangkan Jimmy (Ahmad Zamakhsyari) yang tiada lain adik kandungnya.

“Membaca politik licik ala Cellica dan PKS harus menjadi pemicu semangat bagi kita untuk terus bergerak mencari dukungan sebanyak mungkin. Ketika mereka sudah tidak masuk melalui NU struktural, mereka sekarang gencar masuk ke NU kultural dengan masif. Semua pesantren NU yang rata-rata tidak aktif disambangi mereka,” tulis Uyan.

Uyan berpendapat, untuk membendung siasat politik Cellica-Aep, ia menginstruksikan seluruh pengurus PCNU Karawang, Badan Otonom, hingga pengurus kecamatan untuk mendukung Ahmad Zamakhsyari sebagai calon Bupati Karawang.

Uyan menyebut Ahmad Zamakhsyari alias Jimmy sebagai kader terbaik NU. Saat ini Jimmy merupakan calon bupat dengan nomor urut 3. Dia berpasangan dengan Yusni Rinzani dan diusung Partai Gerindra, PKB, juga Hanura.

Sementara itu, KH. Ahmad Ruhyat Hasby melalui rilis menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafannya itu. Dia mengaku telah mendatangi sejumlah kiai yang telah disebut dirinya di WAG tersebut.

Bahkan dalam beberapa postingan di akun FB pendukungnya, Kiai Uyan telah melakukan islah dengan 5 Kiai yang ditulisnya dalam WAG. Naskah islah itu malahan dituangkan dalam bentuk surat pernyataan.(YD/Net)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan