Tragis!!! 6 Kali Ganti Kejari Tak Satupun Berhasil Menangkap Gatot Sutejo, Sang DPO Kasus TPU Sumur Batu Kota Bekasi

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Entah ilmu magic apa yang dimiliki oleh DPO tersangka koruptor Kota Bekasi, Gatot Sutejo sehingga selama hampir 5 tahun bisa menghilang dan menghirup udara bebas dari kejaran Aparat Kejaksaan Kota Bekasi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Zainudin, Aktivis Mahasiswa Bekasi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRASI) kepada medialingkar.com Jum’at (5/6/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Zainudin memaparkan bahwa tersangka Gatot Sutejo adalah Aktor utama dalam kasus lahan TPU yang merugikan negara sebesar Rp 4,1 Milliar lebih berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan Negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

“Hasil putusan Pengadilan Tipikor Bandung secara implisit menjelaskan bahwa Gatot adalah Calo dan juga yang membagikan keuntungan atas Tipikor ini kepada oknum pejabat lain, selain itu dia (Gatot) juga yang menyulap dokumen negara, maka amatlah penting penangkapan Koruptor yang satu ini (Gatot) oleh KEJARI untuk membuka tabir misteri Kasus korupsi lahan TPU Sumurbatu ini,” tegas Zainudin.

Selain itu, dirinya juga menyinggung bahwa 6 orang yang menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Kota Bekasi tidak mampu menangkap Gatot Sutejo yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sejak tahun 2015 sampai detik ini tahun 2020. Sejak Jaman kepemimpinan Bu Enen, Bu Chatrina, Pak Didik, Pak Didi, Pak Hermon, dan Pak Sukarman yang saat ini menjabat, ternyata belum mampu menangkap Gatot. Padahal Gatot kan bukan jaringan teroris! Adapun daftar nama-nama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi diantaranya; 1. Enen Saribanon (2014-2015). 2. Chatrina Maulana Girsang (2015). 3. Didik Istiyana (2015-2016). 4. Didi Suhardi (2016-2018). 5. Hermon Dekristo (2018-2019). 6. Sukarman (saat ini),” tegasnya.

Zainudin menambahkan, bahkan informasi yang kami dapat dilapangan kalau Gatot Sutejo itu sering hilir-mudik ke Kota Bekasi.

“Apakah Aktor intelektual dibalik kasus TPU Sumur Batu yang selama ini ikut andil melindungi kaburnya Gatot? Entahlah. Yang pasti, dengan adanya hal ini menunjukkan kalau marwah Kejaksaan Negeri Bekasi masih terlihat bisa dipermainkan oleh oknum Koruptor, benalu sang Pusaka Bendera Merah Putih yang telah merugikan Negara dan RAKYAT. Hukum di Kota Bekasi mandul. Untuk itu, kita berharap kepada Kejaksaan Agung turun tangan,” pungkasnya.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan