TAK MEMATUHI INTRUKSI KEPALA DAERAH Waduh!!! Camat Bantargebang Abaikan SE WFH Wali Kota Bekasi?

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Camat Bantargebang, Asep Gunawan dianggap mengabaikan Surat Edaran (SE) Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Bang Pepen tentang Work From Home (WFH) selama antispasi wabah Virus Covid-19.

SE WFH Wali Kota Bekasi yang diabaikan Camat tersebut hal itu bisa dilihat dari Surat Perintah Perpanjangan WFH yang kedua kalinya, yakni Surat Perintah Nomor: 800/353/kc.Btgb Tertanggal 30 Maret 2020.

Bacaan Lainnya

banner 300250
Dokumen Surat Edaran

Dalam lampiran surat tersebut, disebutkan kalau seluruh pejabat dan staff diwajibkan untuk masuk kerja selama masa tanggap darurut Covid-19. Sementara Surat Edaran WFH, harusnya tidak terlalu banyak aktifitas diperkantoran, dengan mengatur secara teknis personel secara bergiliran namun tidak di Kecamatan Bantargebang.

Hal itu terlihat dari lampiran, mulai pegawai Kecamatan sampai pegawai diseluruh Kelurahan setiap hari diperintahkan untuk masuk kerja.

Rifky (39), salah seorang warga masyarakat Kota Bekasi yang kerabatnya bekerja di Kecamatan Bantrgebang menyayangkan kebijakan Camat Bantargebang yang dinilai keliru mengartikan Surat Edaran WFH baik SE MenpanRB maupun SE Walikota Bekasi tentang WFH.

“Sudah tahu Kota Bekasi zona merah, dan Walikota nyuruh warga untuk diam dirumah, ehh ini Camat Bantargebang malah memerintahkan tiap hari personelnya masuk kantor, baik di Kecamatan dan di Kelurahan, belum lagi saat ini sudah banyak pegawai Pemko Bekasi yang dinyatakan terjangkit Covid-19, inikan jadi aneh,” tegas Rifky kepada medialingkar.com, Jum’at (3/4).

Lebih lanjut, Rifky mengatakan seharusnya Camat mengurangi mobilitas personelnya dengan cara mengatur personelnya agar bergantian dengan sistem piket guna mengurangi resiko terpapar virus Covid-19, ini malah tiap hari diperintahkan masuk.

“Masa ini WFH tiap hari masuk kaya situasi normal saja, saya kasihan saja sama saudara saya, perempuan punya anak sekolah dirumah yang harus di urus masa masuk tiap hari ditengah wabah,” ungkapnya tanpa mau menjelaskan identitas saudara perempuannya yang bekerja diwilayah Kecamatan Bantargebang tersebut.

Rifky mengaku bahwa dirinya menyayangkan sikap tidak bijaksananya Camat Bantargebang yang memaksakan aparaturnya setiap hari masuk kantor di tengah wabah yang sangat berbahaya itu. Namun apabila ada Aparatur yang terdampak, dirinya akan menggugat karena abai dengan SE Walikota.

“Kami minta Pak Walikota Bekasi untuk mengingatkan Camatnya tentang bahayanya wabah ini, agar lebih bijak. Saya melihat saudara saya yang bekerja diwilayah Kecamatan Pondokgede, jadwal kerja WFH-nya bergantian dan tidak tiap hari masuk, begitupun pejabatnya bekerja secara bergiliran dengan sistem piket, masa Camat Bantargebang nyuruh masuk tiap hari,” tegasnya.

Sayang, sampai berita ini dimuat, Camat Bantargebang, Asep Gunawan belum bisa dimintai keterangannya.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan