Soal WTP Swasta Jual Air Langsung Ke Pelanggan, Bupati Bekasi Didesak Evaluasi Kabag Ekonomi

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Beberapa elemen masyarakat menyesalkan atas sikap Kabag Ekonomi, Gatot Purnomo dan Kasubag Ekonomi, Isnaini yang dianggap seolah-olah acuh menemui Pendemo yang mengatasnamakan Konsorsium Pemuda & Rakyat Bekasi (KONSPIRASI).

Hal itu bertujuan untuk berdialog menjelaskan tuntutan transparansi atas Investasi Pengusahaan Air Swasta baik dalam sistem BOO maupun BOT yang melakukan unjuk rasa di Komplek Pemda Kab. Bekasi sebanyak dua kali.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sekjend Brigade Anak Serdadu (BAS), Ragil mengatakan bahwa menghindar dari persoalan seolah mengiyakan atas adanya Swastanisasi Air yang bertentangan dengan Putusan MK bernomor 85/PUU-XI/2013 yang menghapus keberadaan seluruh pasal dalam UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA), dan PP 54 tahun 2017 tentang BUMD.

“Kabag dan kasubag ekonomi seharusnya menjawab apa yang menjadi tuntutan pendemo, jangan melihat siapa yang berdemo tapi dengarkan apa yang diutarakan. Bullshit (bohong) kalau mereka gak tau, So… pasti ada yang hendak ditutup – tutupi,” ujar Ragil kepada awak media, Selasa (17/11/2020).

Sekjend Organisasi yang menaungi anak – anak TNI dari Darat, Laut dan Udara ini menjelaskan bahwa penjualan air ke pelanggan secara langsung adalah bentuk Kapitalisasi atas Air dan seharusnya Pelanggan diambil alih dan menjadi pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi. WTP swasta sebatas mengelola dan menjual air baku kepada PDAM Tirta Bhagasasi.

“Kalau Kabag dan Kasubag Ekonomi bekerja profesional, tentunya tidak ada pengusaha yang mengangkangi PP BUMD, PP SPAM dan Putusan MK. Inikan bisa menjadi potensi bisnis untuk meningkatkan pendapatan, saat ini aja PDAM penghasilan kotornya perbulan Rp 34 Milliar atau Rp 418 Milliar pertahun, kalau kinerja pengawasan sudah gak bagus dan tidak mau terbuka terhadap publik. Seharusnya Bupati mengevaluasi Kabag dan kasubag tersebut, agar ada perbaikan BUMD kedepan” tegasnya.

Sampai saat ini, Kabag Ekonomi dan Kasubagnya belum memberikan keterangan dan sulit untuk ditemui di kantornya. Bahkan nomor handphone keduanya sudah tidak aktif pasca ramainya aksi protes terhadap penguasaan air oleh pihak swasta.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan