Sikapi Polemik Revitalisasi Pasar Tradisional, Perisai Bekasi Raya Hari Rabu Bakal Gelar Aksi Demo

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan sebanyak empat Pasar Tradisional akan di Revitalisasi, seperti Pasar Family Mart, Kranji, Bantargebang dan Jati Asih yang mana sudah di sahkan oleh DPRD Kota Bekasi pewat Sidang Paripurna. Namun wacana tersebut masih terkendala dengan adanya Polemik yang tak kunjung teratasi.

 

Bacaan Lainnya

banner 300250

Alhasil, massa yang mengatasnamakan diri Pertahanan Ideologi Sarekat Islami (PERISAI) Bekasi Raya, Rabu, 7 Oktober 2020 berencana akan menggelar aksi demonstrasi di DPRD Kota Bekasi, depan Polres Metro Kota Bekasi dan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

 

Ketua PERISAI Bekasi Raya, Rusman mengungkapkan bahwa dalam tuntutan aksi kami nanti diantaranya;

 

1). Mendesak Ketua DPRD Kota Bekasi membentuk Pansus Baru terkait Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi.

2). Mendesak Kejaksaan Negri Kota Bekasi segera mengaudit adanya dugaan praktek gratifikasi yang terjadi dipelelangan Revitalisasi Pasar Kota Bekasi.

3). Mendesak KPK segera selidiki dugaan Korupsi yang terjadi dalam pelelangan Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi.

4). Meminta penegak hukum segera membentuk tim indipenden, untuk melakukan infestigasi pada proses pelelangan revitalisasi pasar kota bekasi.

5). Selidiki dan Tangkap kadis DISDAGPERIN dan panitia lelang atas dugaaan Mal Administrasi dan dugaan gratifikasi dalam memenangkan Perusahaan yang tidak memiliki sertifikasi dalam pengelolaan Pasar.

 

“Korupsi merupakan salah satu penyakit yang terjadi secara membudaya di dalam system yang ada di negri ini. Ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan sosial sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang sangat drastis. Seperti tertera dalam Undang-Undang No 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara Harus Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Bagi para pelaku tindak Korups harus di pidanakan seperti tertera ¬†dalam UNDANG-UNDANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI Pasal 4 menjelaskan Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3,” tegas Rusman dalam keterangan rilisnya, Minggu (4/10/2020)

 

Rusman menjelaskan, hari ini kami melihat adanya tindakan KKN yang terjadi dalam instansi Pemerintah Kota Bekasi terkhususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, yang dimana dalam PERDA no 2 tahun 2018 TENTANG PENGELOLAAN PASAR RAKYAT pasal 13 ayat 4, menjelaskan tentang pihak ketiga dalam pengelolaan pasar harus memiliki analisis kemampuan finansial, tenaga dan keahlian. dengan menunjukan sertifikasi pengalaman mengelolah dan membangun. Kami melihat adanya dugaan Mal Administrasi yang sengaja di lakukan oleh DISDAGPERIN dan panitia lelang revitalisasi pasar kota bekasi dalam memenangkan perusahan yang tidak memiliki sertifikasi dan modal dalam membangun pasar.

Maka dari itu Kami dari Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) BEKASI RAYA akan melaksanakan Aksi Demonstrasi pada, Hari/Tanggal: Rabu, 7 Oktober 2020, Tempat: DPRD KOTA BEKASI, DEPAN POLRES KOTA BEKASI dan KEJAKSAAN NEGRI KOTA BEKASI. Perangkat: Pengeras Suara, Spanduk, dan Bendera, Jumlah Masa: 100 orang

 

“Diam Tertindas atau Bangkit Melawan,” pungkasnya.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan