Sikapi Pemotongan Gaji ASN/Honorer, Aktivis: Jadi Pemimpin Jangan Melahirkan Jiwa Pilantropis Ditengah Krisis Seperti Ini

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA — Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi berwacana ingin melakukan pemotong gaji atau tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi untuk membantu penanggulangan wabah virus corona atau Pandemi Covid-19 pada wilayah setempat.

Menyikapi hal tersebut, Zainudin, Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Grasi) Bekasi menegaskan bahwa gaji adalah hak pegawai, tidak boleh dipotong walau serupiahpun tanpa persetujuan yang bersangkutan, tapi kalau tunjangan boleh karena itu kebijakan dari masing-masing daerah.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Jika tetap dilaksanakan kebijakan tersebut, daya tahan tubuh puluhan ribu ASN dan keluarganya tentunya akan menurun, mengingat kebijakan tersebut merusak sendi ekonomi ASN dan keluarganya. Dan entah doa apa yang akan terlahir dari puluhan ribu ASN dan honorer pada pembuat kebijakan tersebut, karena kebijakan tersebut jelas mengorbankan status ekonomi rentan ASN juga honorer,” tegas Zainudin, yang merupakan mantan aktivis mahasiswa Bekasi kepada MEDIA LINGKAR INDONESIA, Rabu (1/4).

Namun, lanjut Zainudin, Walikota Bekasi, Bapak Rahmat Effendi bisa menumbuhkan imun juga bagi PNS, khusunya mayoritas PNS yang tersandra oleh cicilan BANK, dengan kebijakan kepada Bank Pemerintah yang memberikan kredit selama wabah berlangsung untuk tidak dilakukan pemotongan cicilan.

“Hal yang mudah untuk menghapus mendegradasi mental puluhan ribu ASN Kota Bekasi, namun mental leadership akan muncul jika Walikota mampu menekan Bank yang memberikan kredit untuk menunda cicilan selama wabah belum usai,” terangnya.

Ingat, sambuny Zainudin, Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu melahirkan Jiwa Pilantropis ditengah krisis seperti ini, bukan melahirkan kebijakan yang melahirkan kutuk sumpah serapah ditengah ancaman virus gaib yang setiap saat mengancam jiwa termasuk jiwa seorang Walikota dimanapun.

“Jadi pesan kami kepada kalian duhai para Pemimpin, janganlah diktator, melahirkan kebijakan yang berdampak pada Sumpah Serapah. Ingat, resiko mereka untuk bekerja juga sudah cukup tinggi, apalagi Pejabat Pemkot Bekasi saat ini ada yang terjangkit dan dinyatakan positif Covid-19, selain itu mereka enggak dapat insentif, ehh gaji malah mau dipotong,” pungkasnya.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan