SDC UMKM Bangkit Produktif Atau Gulung Tikar Dimasa Pademi Covid-19?

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Pademi Covid 19 terus meningkat dari waktu ke waktu berdampak besar ke semua sektor usaha di jagat raya baik Koperasi maupun UMKM. Namun, kondisi ini bukan berarti kehidupan terhenti tetapi harus terus bangkit untuk tetap produktif, hal ini disampaikan oleh Aji Ali Sabana, Koordinator SDC UMKM Kota Bekasi.

Aji Ali Sabana menjelaskan, Komunitas UMKM Kota Bekasi yang tergabung dalam SDC terus bergerak melakukan kegiatan-kegiatan pembinaan rutin bulanan dalam bentuk seminar dan pameran produk baik offline maupun online zoom meeting dengan thema Pengembangan Wirausaha baru dalam Meningkatkan Produktivitas dimasa Pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kegiatan ini bertempat di room meeting Resto Margajaya Jl. Kemakmuran, pada 24 September 2020. Antusias peserta begitu besar namun karena kondisi Covid-19 akhirnya dibatasi hanya 48 peserta UMKM se Kota Bekasi, sisanya mll zoom,” terang Aji Ali Sabana kepada medialingkar.com, Jum’at (25/9/2020).

Narasumbernya, sambung Aji Ali Sabana, dari Forderum dan team yang mensuport kegiatan, Pegadaian dan Disnaker Kota Bekasi.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring UMKM dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak terkait baik swasta maupun Pemerintah,” paparnya.

Aji Ali Sabana yang juga selaku Pengurus Kadin Kota Bekasi menegaskan kembali bahwa dampak Pandemi Covid-19 sektor usaha UMKM Kuliner Restoran terjun bebas alias anjlok 90 persen dari kondisi normal.

“Secara umum usaha UMKM masih merayap, mengingat dampaknya hampir semua sektor usaha termasuk Pemerintah melakukan rasionalisasi, merumahkan pegawai dan memangkas belanja rutin, efeknya roda ekonomi stagnan bisa tergambar pertumbuhan ekonomi kwartal ke 2 secara nasional minus 5.32 persen sumber BPS,” terangnya.

Aji Ali Sabana yang juga sebagai Ketum Apampi menambahkan bahwa peran Pemerintah masih harus ditingkatkan terkait kebijakan relaksasi kredit UMKM yang tajam keatas tumpul kebawah.

“Artinya tidak singkron dilapangan, faktanya banyak kendaraan usaha UMKM maupun pelaku usaha ojek mandiri yang ditarik, Lembaga Keuangan Perbankkan terus menagih kewajiban kredit bahkan mungkin melelang aset, ini tidak bisa dibiarkan. Disamping itu juga terkait kebijakan insentif pajak, kelonggaran biaya beban listrik UMKM dalam jangka panjang sampai usaha pulih. Usaha secara umum lagi menghadapi sakaratul maut antara bertahan atau gulung tikar?,” tegas Aji.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan