Sambut Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke-70 Tahun Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Dengan membawa Kado yang berisi Peringatan Hari jadi Kabupaten Bekasi ke 70 Tahun diwarnai Aksi Unjuk Rasa dari Aliansi Kampus Se-Bekasi (AKSI) di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020)

Koordinator AKSI, Arif Ramadhan mengatakan Euforia peringatan hari ulang tahun jangan semata-semata dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan protokoler yang bersifat tekstual dan birokratis. Katanya seharusnya Momentum ini dijadikan Bahan Evaluasi dan Koordinasi menuntaskan Permasalahan – Permasalahan yang mendasar yang ada di Kota Industri ini.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Anomali, ditengah potensi industri dan potensi lainnya. Paradoks Sosial di Bekasi begitu nyata seperti Kemiskinan yang tembus diangka Setengah Juta, hampir 200ribu Pengangguran murung di depan 7.000 Pabrik yang berdiri diatas tanah bekas Sawah. Puluhan balita gizi buruk, Puluhan titik Kemacetan, titik Banjir, dan bahkan kini persoalan Kekeringan mulai menghantui lagi. Bupati dan DPRD jangan jadi Pelupa setelah duduk dan dapat tunjangan. Problem Solving sangatlah dibutuhkan,” tegasnya saat berorasi.

Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa ini menjelaskan bahwa, untuk menjawab dan menuntaskan Persoalan-persoalan tersebut yang paling mendasar adalah menjalankan Amanat Reformasi Birokrasi seperti etos kerja, pengisian kekosongan Jabatan, transparansi, Monitoring dan Evaluasi (Monev).

“Bupati lupa mengisi Ratusan kursi Jabatan yang kosong, lupa mempunisment etos kerja anak buahnya yang lalai jam 2 kantor Pemerintahan sudah sepi, Transparansi produk hukum Perda dan Perbup tidak dipublish seluruhnya, dan Monev yang optimal dan terinregrasi,” tegas Arif Ramadhan.

Disamping itu, sambung Arif, juga terkait persoalan transparansi produk hukum, seperti Perda dan Perbup yang hingga kini tidak dipublish seluruhnya, dan Monev yang optimal dan terinregrasi.

Dalam aksinya tersebut massa AKSI juga mendesak kepada Bupati Bekasi agar segera memenuhi janji kampanyenya, yaitu akan melakukan Reformasi Birokrasi dalam jabatan Esselon IVa, IVb, IIIa, dan II, jalankan RPJMD Kabupaten Bekasi 2017-2022,
Bupati Bekasi-pun juga didesak mundur, jika memang tidak mampu menjalankan kepemimpinannya di Kabupaten Bekasi.
Dan mendesak DPRD Kabupaten Bekasi untuk duduk bersama dengan DPRD Provinsi Jawa Barat terkait kelanjutan Raperda RDTR.

“Disamping itu kami mahasiswa juga mendesak Bupati Bekasi menyelesaikan persengketaan Tanah Kampung Pilar Kecamatan Cikarang Utara,” pungkas Arif Ramadhan.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan