Riza Patria Wakil Gubernur DKI : Harus Siap-siap Tantangan Kedepan !!!

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA--Politisi Partai Gerindra, Ir. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Rabu (15/04/2020). Lulusan Institut Teknologi Bandung (2004–2008) ini dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 40/P/2020 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan sisa masa jabatan 2017-2022.

Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Taufiqurokhman, S.Sos., M.Si., mengatakan, tantangan pertama yang harus dihadapi Wagub DKI Jakarta terpilih Ahmad Riza Patria adalah harus berjuang menghadapi wabah Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Jakarta sebagai episentrum penyebaran virus yang pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China tersebut merupakan kerja besar pertama yang harus dihadapi Riza Patria bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan yang sudah lebih dulu berjibaku menyelamatkan warga Jakarta dari virus mematikan tersebut.

“Saat ini di DKI Jakarta sedang diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang berlaku mulai 10 sampai dengan 23 April 2020. Maka, ini menjadi tugas awal wakil gubernur terpilih agar program PSBB berhasil,” imbuh Taufiqurokhman.

Tetang penerapan PSBB, Taufiqurokhman menilai, mengingat kebijakan tersebut dikeluarkan dengan sangat serius, pasti akan berhasil. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukan hanya serius dalam mengeluarkan kebijakan, melainkan juga serius menyiapkan antisipasi pencegahan hingga pengobatan.

Hal itu bisa dilihat pada hari pertama penerapan PSBB yang dibantu dengan razia gabungan antara TNI-Polri, dan Satpol PP. “Insyaa Allaah upaya untuk memutus penyebaran mata rantai COVID-19 akan berhasil. Sekarang, Pak Gubernur Anies sudah punya pendamping yang sudah punya komitmen untuk langsung bekerja.

Lebih jauh Taufiqurokhman memaparkan, saat ini tengah terjadi pengalihan anggaran untuk penanggulangan wabah COVID-19, maka diperlukan peran Wagub Riza Patria untuk melaksanakan program pembangunan yang selama ini sudah disiapkan dan disahkan oleh DPRD DKI Jakarta sejak Desember 2019 lalu.

“Ini penting untuk dicermati dan kalau bisa dilaksanakan, pembangunan di tengah wabah COVID-19. Kenapa tidak, negara lain seperti Korea Selatan, China, bahkan Amerika Serikat malag melakukan pengaspalan di ketika negara mereka menerapkan lockdown,” jelasnya.

Tak hanya itu, Taufiqurokhman juga mencontohkan, ketika heboh menghadapi COVID-19, Italia justru juga menjalankan beberapa program unggulan. Khusus untuk bidang kesehatan, Inggris bahkan menggandeng penyelenggara balap mobil F1 agar turut membantu membuat ventilator bagi korban COVID-19.

“Jadi, perusahaan F1 malah berhasil memenuhi kebutuhan ventilator beberapa negara di dunia yang kekurangan alat kesehatan tersebut,” jelas Taufiqurokhman.

Di Jakarta, lanjut Taufiqurokhman, langkah sederhana yang sangat berhasil adalah terkait physical distancing dan pemakaian masker. Taufiqurokhman menyebut, dari begitu banyak masyarakat DKI Jakarta yang tidak mengenakan masker paling-paling di bawah 5% dan itu pun hanya karena faktor kebiasaan.

“Itu artinya, sosialisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sudah sangat gencar dan ternyata berhasil. Physical distancing-nya berhasil dan semua sudah dengan sadar memakai masker,” terangnya.

Apa yang sudah diprogramkan oleh Gubernur Anies Baswedan beserta jajarannya diyakini Taufiqurokhman akan membuat program PSBB akan berhasil. Termasuk saat ini ketika Gubernur Anies Baswedan sudah mengantisipasi bantuan bagi masyarakat miskin dan miskin terdampak COVID-19 yang jumlahnya mencapai 1,2 juta jiwa.

“Sudah disiapkan semuanya. Termasuk bantuan pangan selama penerapan PSBB, memberi bantuan bahan pokok satu minggu sekali selama tiga bulan ke depan. Langkah ini dilakukan dengan mengeluarkan dana hibah bansos agar masyarakat tak ada yang kelaparan,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, kata dia, di sinilah dibutuhkan peran seorang wakil gubernur dalam upaya membantu proses dan mengoptimalkan fungsi budgeting, pembuatan perda, dan pengawasan DKI Jakarta sebagai pemerintah dan DPRD sebagai legislatif.

“Hal terpenting sekarang adalah bagaimana agar PSBB bisa berhasil,” tandasnya.

Selanjutnya, terkait beberapa issue yang dianggap fenomenal di DKI Jakarta, seperti banjir, Wagub DKI Jakarta pun sangat dibutuhkan perannya. Seperti merealisasikan program Gubernur Anies Baswedan untuk melakukan naturalisasi sungai/kali yang panjangnya mencapai 33 km.

Selain itu adalah agar deteksi dini banjir bisa berjalan dengan baik. Apa yang saat ini disebut sebagai deteksi digital, ternyata belum smart (pintar). “Ini harus dibenahi sesuai dengan kebijakan Bapak Gubernur,” jelas Taufiqurokhman.

Selain membenahi Jakarta agar terbebas dari banjir, Taufiqurokhman menegaskan, tugas lain yang menanti kerja keras pasangan Anies-Riza adalah terkait kemacetan. Sejauh ini, apa yang sudah dilakukan Anies Baswedan dengan lebih mengedepankan transportasi massal sudah cukup berhasil menurunkan tingkat kemacetan.

“Tugas Pak Wagub Riza Patria sekarang adalah membantu Bapak Gubernur Anies mengoptimalkannya,” tegas Taufiqurokhman.

 

Dijelaskan Taufiqurokhman, fungsi Wakil Gubernur adalah selain juga jadi mitra legislatif (DPRD), juga melakukan konsolidasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Taufiqurokhman juga mengatakan, karena hari ini semua orang di DKI Jakarta menjalankan kebijakan work from home (WFH), artinya WFH harus betul-betul efektif.

“Saat ini yang paling penting adalah bagaimana agar bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Termasuk juga menjadi tugas Wagub Riza dalam penyembuhan pasien ODP dan PDP yang jumlahnya terbanyak di DKI Jakarta,” ujar dia.

Namun demikian, lanjut Taufiqurokhman, meski ada himbuan WFH bukan berarti pembangunan tidak berjalan, penyerapan anggaran yang kemarin baru mencapai 65% diharapkan hingga Desember 2020 mendatang bisa berjalan dengan baik sesuai pembahasan APBD.

“Saat ini masyarakat menunggu gerak laju prioritas pembangunan DKI Jakarta yang langsung menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Taufiqurokhman.

(Goez)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan