Rayan: Aparat Penegak Hukum Perlu Membuka Mata Atas Arogansi Komite Sekolah Di Kota Bekasi

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Ketua LSM Indonesia Morality Wacth (IMW), Rayan MH, SSi, SH sindir Aparatur penegak hukum Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk membuka mata terhadap tindak-tanduk Ketua Komite SMAN/SMKN se-Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi masyarakat yang dihimpun LSM IMW dari beberapa orangtua peserta Didik sekolah akan adanya pungutan uang pembangunan gedung sekolah bagi peserta didik Kelas X Tahun ajaran 2020-2021.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurutnya, pungutan uang gedung sekolah kepada orangtua peserta didik merupakan hasil rapat kesepakatan antara Komite dengan orangtua siswa.

“Ditengah Pandemi Covid-19 ekonomi masyarakat terbilang melambat dan masih mendapat Bansos dari pemerintah,justru perilaku komite menambah beban pikiran orangtua peserta Didik dimasa Pandemi Covid -19,” ungkapnya kepada medialingkar.com, Jum’at (9/10/2020).

Rayan menerangkan, praktik pungutan uang pembangunan yang dibebankan kepada orangtua peserta didik jelas bertentangan hukum yakni melakukan pungutan uang gedung bagi para orangtua peserta didik.

“Dalil sumbangan yang dikemukakan Komite Sekolah sangat tidak relevan karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat, dengan mengutip sejumlah uang kepada orangtua peserta didik dengan nilai jutaan rupiah,” sindirnya.

Menurutnya, info ini akan menjadi semakin menarik bila dilihat dari kacamata hukum,pasalnya tindakan ketua komite sekolah masuk dalam kategori pungutan liar.

“Sebagai Ketua Komite seharusnya memegang prinsip kemanusiaan serta patuh pada hukum yang berlaku,serta tidak ujuk-ujuk dalil pembangunan sekolah milik pemerintah yang dibebankan kepada orangtua peserta didik dewasa ini. Aparatur Kejaksaan Negeri Kota Bekasi tidak boleh berdiam diri karena ini menyangkut hak warga negara yang dilindungi Undang-undang,” tegasnya.

Dijelaskannya, tindak-tanduk Ketua Komite Sekolah menjadi preseden buruk dunia pendidikan di Kota Bekasi ditingkat SMAN/SMKN bagi para peserta didik.

“Tidak tertutup kemungkinan jika aparat hukum masih berdiam diri, IMW akan menggandeng seluruh media dan LSM untuk melakukan Class Action. Salam Morality,” pungkasnya.(TIM)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan