Rapat Kerja Tahunan KONI Kota Bekasi 2020 Bahas Target Prestasi dan Peran Pemerintahan

  • Whatsapp

LINGKAR INDONESIA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi menggelar Rapat Kerja Tahunan 2020 di Caldera, Citarik, Sukabumi. RKT berlangsung selama tiga hari atau mulai sejak, Selasa (15/12/2020) hingga Kamis (17/12/2020) besok.

Dalam kegiatan saat ini, topik pembahasan adalah bagaiman prestasi olahraga dan peran pemerintah dalam suksesi event dan multi event olahraga. Contohnya ialah dalam menarget prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada Oktober 2021 dan Porda XIV Jabar 2022.

Bacaan Lainnya

“Prestasi olahraga dapat di sinergitaskan dengan pemerintahan (eksekutif/legislatif) dan saya lihat memang sudah mulai terbentuk,” kata Ketua DPRD Kota Bekasi, Choiruman J Putro dalam memberikan pemaparannya, Rabu (16/12/2020).

Choiruman juga mengakui jika Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sudah menunjukkan sikap pedulinya atas insan olahraga. Salah satunya yaitu dengan dukungan moril dan materil pemberian bonus atlet berprestasi peraih medali emas dengan bonus sebesar Rp 200 juta.

“Jadi olahraga memang tidak bisa dipisahkan dengan peran pemerintah. Angka itu (Rp 200 juta) saya lihat tidak ada daerah lain memberikan bonus kepada atletnya, merupakan terbesar, itu merupakan bentuk apresiasi Walikota,” ujar dia.

Kendati begitu, Choiruman mendorong agar Pemerintah Kota Bekasi juga dapat memperhatikan nasib para atlet berprestasi. Arahnya yaitu dengan memberikan pekerjaan kelak mereka selesai dari massa waktunya mengharumkan nama Kota Bekasi.

“Kebijakan pak Wali tepat, saya juga setuju (dengan bonus). Tapi memang ada substansi lain, apakah kita mampu menghargai atlet tentang kemaslahatannya, dimana masa depan mereka bisa terjamin dengan diberikan pekerjaan,” turur dia.

Choiruman juga membahas soal anggaran yang notabene tak lepas menjadi alat kepentingan KONI Kota Bekasi untuk suksesi meraih tiga besar dalam ajang Porda XIV Jabar 2020. Menurut dia, anggaran penting diperhatikan jika melihat daerah-daerah lain yang berhasil sampai puncak juara umum dalam multi event.

“Kemarin Bogor sampai Rp 70 miliyar, Kabupaten Bekasi sampai Rp 40 miliyar. Nah kita nanti perbaiki, dan sudah ada jawaban dari Pak Wali ingin mengevaluasi anggaran yang sudah disetujui semula Rp 10 miliyar menjadi Rp 25 miliyar,” kata dia.

Choiruman yang juga merupakan Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi tentu akan menindaklanjuti hal tersebut. Namun, sambungnya, membutuhkan beberapa waktu.

“Jadi anggaran yang Rp 10 miliyar itu bisa dipergunakan sampai dengan bulan 9 (Agustus 2021). Pada triwulan kedua dan ketiga nanti akan kita bantu sampai menunggu APBD Perubahan 2021,” ungkapnya.

Choiruman tak menampik peran KONI bagi bangsa dan negara sangat berpengaruh, terutama kepada para pemuda dan pemudi. Apalagi, KONI Kota Bekasi mempunyai tagline membangun Kota Bekasi Menuju Kota Industri Olahraga.

“Luar biasanya lagi, KONI Kota Bekasi bisa menampung sejumlah elemen berbeda. Harapan saya dapat memacu semangat pemuda-pemudi, mengurangi pecandu narkoba, maraknya aksi tawuran dan perilaku seks bebas, bisa disalurkan dengan olahraga. KONI harus membangun karakter dan aktualitas pemuda,” imbuh dia.

Wakil Sekretaris Umum KONI Jawa Barat, Aan Johana menyampaikan bahwa keberhasilan KONI Kota Bekasi meraih tiga besar terbaik sangat luas apabila managemen strategi bisa tertata dengan rapih dan terstruktur.

Maksudnya adalah dengan bersinergi dengan beberapa instansi, mulai dari eksekutif, legislatif, pengurus Cabor dan atlet.

“Apalagi, tradisi juara atau prestasi didominasi dari plat B yakini, Bandung, Bogor, Bekasi (Kota), Bekasi (Kabupaten),” ujar dia.

Disamping itu, Aan mengingatkan agar KONI Kota Bekasi dapat memperhatikan fokus saat ini dengan menyukseskan penyelenggaran PON di Papua 2021. Salah satunya ialah dengan mendeteksi atlet berprestasi untuk dilaporkan kepada KONI Jawa Barat.

“Karena sudah masuk babak kualifikasi, nah bisa nanti dipetakan atlet-atlet itu berapa yang masuk Pelatda, nah nanti berapa atlet Kita Bekasi yang masuk dalam babak kualifikasi, agar Jawa Barat dapat berjaya di tanah Papua pada PON mendatang,” ujar dia.

Soal Porda XIV, Aan menyebut jika hasil Rapat Kerja KONI Jawa Barat 2020 sementara ini menetapkan 70 Cabor dengan 979 nomor. Namun, sifatnya masih dapat berubah setwlah dievaluasi alias belum final.

“KONI Kota Bekasi bisa melihat statistik dan presentase persiapan medali. Tolak ukurnya sdalah pembinaan terhadap atlet, indikasi keberhasilan (menuju tiga besar Porda) bisa dilihat dari statistik multi event kemarin,” jelas Aan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan mengaku bersyukur atas bentuk dukungan yang diberikan dari pemerintahan Kota Bekasi.

Menurutnya, KONI Kota Bekasi akan membuktikan memboyong prestasi dalam setiap event dengan dukungan pemerintah. Ia tak mau menyia-nyiakan kepercayaan pemerintah dan masyrakat apalagi sampai menyalahgunakan kepercayaan tersebut.

“Tanggungjawab kita saat ini adalah membuktikan prestasi itu, komitmen tiga besar itu menjadi gol-nya. Jadi kita sangat berharap, dukungan ini juga tidak sesaat, tapi berkelanjutan agar KONI Kota Bekasi selain berprestasi juga dapat menjsdi kota industri olahraga,” katanya.

Bang Yan, begitu hangat disapa, mengabarkan bahwa Kota Bekasi saat ini masih berumur jagung. Daerah hasil pemecahan Kabupaten Bekasi ini namun dapat mencetak prestasi sampai dengan lima besar pada event Porda di Bogor lalu.

“Sebelumnya kita mencetak empat besar saat Karawang menjadi tuan rumah, ini luar biasa jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang sudah cukup tua dan berkembang, kita tidak memiliki venue (olahraga) yang cukup namun bisa sampai empat besar adalah hal luar biasa,” ujar Bang Yan.

Dengan alasan itu, Bang Yan menganggap target tiga besar bukan hal sulit dan mustahil dalam ajang Porda XIV Jabar 2022 mendatang bagi KONI Kota Bekasi.

“Tetapi itu menjadi tantangan kita ditambah dengan dukungan pemerintahan, perjuangan kita adalah patriotisme olahraga,” imbuhnya.

Secara singkat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kot Bekasi, Ahmad Zarkasih mengharapkan adanya sinergitas yang lebih intim antara Cabor dan atlet.

Misalnya adalah dengan membuat jadwal aktivitas setiap hari, pekan dan perbulan. Hal itu agar dapat melihat aktivitas diri setiap hari agar mengetahui apa saja kekurangannya.

“Jadi bagaiman aktivitas hari ini, besok ngapain, minggu depan ngapain, dan bulan depan ngapain. Harus buat rencana dari sekarang sehingga ada track-nya, bisa evakuasi diri nanti, karena semuanya itu by proses,” singkat pria berkepala plontos ini.(YD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan