Ramadhan Penuh Berkah, Bantuan dari KEMENAG Provinsi Jatim Untuk Kaum Difabel Yang Terdampak CORONA

  • Whatsapp

MEDIA LINGKAR INDONESIA–Ramadhan tahun ini akan dilalui dengan sangat berbeda oleh umat muslim di seluruh dunia, karena merebaknya virus corona di tengah masyarakat hampir membuat para warga menjadi sengsara. Selama itu pula nasib warga menjadi tidak menentu. Bisnis sepi, dunia usaha banyak yang tutup, sekolah, kantor dan tempat hiburan juga diliburkan.

Kondisi ini dikeluhkan banyak orang. Terlebih, penyandang difabel yang hidup dengan keterbatasan fisik. Seperti tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa, terutama bagi Tuna netra yang memiliki profesi sebagai terapis pijat. Dalam keadaan normal, mereka mempunyai kendala dalam melakukan mobilisasi menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi dalam situasi merebaknya wabah corona seperti sekarang ini.

Bacaan Lainnya

Ketua Forum Relawan Difabel Indonesia (FORDIVA), Megawati, mengatakan kepada awak Media Lingkar Indonesia kehidupan pelaku difabel memerlukan biaya 3 kali lipat dibandingkan orang normal.

“Kaum difabel ini memerlukan biaya hidup lebih besar dibandingkan orang normal. Contohnya, biaya transportasi,” kata Ketua Fordiva, Megawati yang dihubungi melalui telpon oleh media online Senin (27/04). Pungkasnya.

Kondisi kaum difabel yang memprihatinkan ini, menarik empati dan simpati. Salah satunya dari Dinas Kemenag Jawa Timur dengan memberikan bantuan sembako 143 paket. “Kami ingin meringankan beban dari kawan-kawan Difabel yang terdampak langsung dengan pandemi CORONA, terutama yang memiliki profesi Terapis Pijat, karena profesi mereka inilah yang memiliki resiko tinggi tertularnya virus CORONA, sehingga dampaknya penghasilannya akan turun drastis ucap irsyad ( Kemenag Jatim ).

Pemberian bantuan sembako kali ini totalnya 143 paket terdiri dari Surabaya 60 paket, Sidoarjo 50 paket dan Gresik 33 paket. Secara simbolis acara pembagian sembako ini diberikan kepada yang mewakili koordinator daerah Gresik adalah ibu Lina dan daerah Sidoarjo yaitu ibu Eka Tutik dan untuk wilayah Surabaya yaitu saudari Sofia
Pada hari senin (27/04)
Gedung Kementerian agama Jawa Timur jalan raya juanda nomor 26 tepatnya di ruang aula.

Wakil FORDIVA, Akhmad Budianto mengatakan terima kasih atas apresiasi dan perhatian yang sudah diberikan dari pihak pemerintah untuk meringankan beban nasib kaum yang seperti kami ini. Pungkas Budi.

(Goez)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan