Quo Vadis UNISMA: “Swastanisasi Atau Negeri”

  • Whatsapp
banner 468x60

Lingkar Indonesia.20/11/19 Wacana menjadikan UNISMA sebagai Kampus Negeri kembali mengemuka. Belum lama ini survey change.org menyebutkan bahwa 70% Masyarakat UNISMA mendukung UNISMA menjadi Kampus Negeri

Di sisi lain forum-forum diskusi Mahasiswa, dosen, dan Alumni diramaikan dengan tema-tema tentang UNISMA menjadi Kampus Negeri.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Wacana Unisma menjadi Kampus negeri sebenarnya bukan tema baru, sejak 2015 dan puncaknya Desember 2017 Pemerintah Kota Bekasi melakukan negoisasi dengan Pihak Yayasan Pendidikan Islam ’45 selaku pemilik UNISMA.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sudah mengutarakan soal keinginan Pemerintah Kota Bekasi untuk menjadikan Universitas Islam 45 atau Unisma sebagai universitas negeri.

Rahmat menjelaskan Indeks Prestasi Manusia (IPM) Kota Bekasi terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat mengalahkan Kota Depok dan hanya berada di bawah Kota Bandung, hanya saja Kota Patriot belum memiliki Universitas Negeri.

“Karena Kota Bekasi tidak memiliki Universitas Negeri, maka dari itu dari Pemerintah Kota Bekasi berniat untuk berdiskusi dengan pihak yayasan Universitas Islam 45, agar bisa menjadi Universitas Negeri Bekasi yang di harapkan selama ini,” ujar Rahmat,

Terkait rencana itu kata Rahmat pihaknya juga telah menanyakan status hak guna bangunan Unisma kepada Badan Pertanahan Nasional. Menurutnya daripada bangunan tersebut dijual ke swasta lebih baik dipegang oleh pemerintah.

Dia mengatakan, wacana pendirian universitas negeri itu salah satu opsinya adalah dengan mengakuisisi Universitas Islam 45 (Unisma) di Jalan cut Meutia, Bekasi Timur.

Dua tahun berjalan, Yayasan Pendidikan Islam ’45 (YPI ’45) Milik Alm. H. Abdul Patah itu dikabarkan justru malah menjual Assetnya kepada PP Muhammadiyah sebulansebulan yang lalu Seperti yang dilansir melalui TvMU.com bahwa Kerjasama ke Muhammadiyah adalah karena manajemen YPI 45 tidak mampu lagi mengelola UNISMA.

Hal ini menjadi banyak pertanyaan bagi Masyarakat Luas di Kota dan Kabupaten Bekasi terkhusus lagi bagi keluarga Alumninya.

Kenapa UNISMA tidak lebih dahulu kembali membuka jalan mediasi dengan Pemerintah Kota yang sudah dengan terbuka ingin mengakuisisinya.

“Unisma sepeninggal Alm. H. Abdul Patah seperti kehilangan Orientasinya, UNISMA masuk dalam ranah liberalisasi Pendidikan” Ujar Edo Damaro Ketua Senat Fisip Unisma.

UNISMA sebagai lembaga pendidikan yang berdiri tahun 1982 punya nilai historis yang kuat di Bekasi, karena cita-cita Alm H. Abdul Patah mendirikan UNISMA memang dg tujuan untuk  meningkatkan SDM masyakarat Bekasi. Namun dengan lebih mengedepankan sisi sosial dalam mengelolanya.

Keberadaan Unisma juga dianggap mendorong pendidikan masyarakat Bekasi selama ini, sehingga kampus itu memiliki historis dan kedekatan dengan warga Bekasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat Bekasi  sangat menyayangkan sikap Yayasan UNISMA saat ini yang Justru menjual asset nya kepada Swasta lainnya.

Keluarga Alumni, Senat Fisip Unisma Bekasi menggelar Agenda Riung keluarga SEMA Fisip Unisma Jum’at Malam (22/11) di Family Gard Gd. B Komplek Kampus Fisip Unisma Jl.Cut Meutia 83 Bekasi .

” Kami Yakin masyarakat Bekasi sangat membutuhkan adanya Universitas Negeri di Bekasi” tutup Edo

U N D A N G A N :

RIUNG KELUARGA Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unisma Bekasi

Hari: Jum’at, 22 November 2019

Jam :19.00 WIB

@Familiy Gard Gedung B Fisip, Jl. Cut Meutia 83 Bekasi

Agenda ;

– Temu Keluarga

– Sarasehan; “Quo Vadis Unisma ; Universitas Negeri untuk Bekasi”

– Pentas Seni

– Ngaliwet

– dll

Tertanda,

Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik UNISMABekasi

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan