PSHAB Minta Kejaksaan dan Kepolisian Usut Dugaan Korupsi Honor Covid-19 Di Kec. Rawalumbu Juga Satpol-PP

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Pusat Studi Hukum dan Advokasi Bhagasasi (PSHAB) meminta Kejaksaan dan Kepolisian untuk mengusut tuntas perihal pemotongan honor bagi staff dan petugas yang melaksanakan piket PSBB serta penanganan Covid-19 di Kecamatan Rawalumbu dan Satpol PP Kota Bekasi.

“Sadis dan tidak punya prikemanusian, pegawai di paksa kerja tiap hari tidak ada libur, tapi honornya malah di potong tidak diberikan sesuai haknya, ini jelas korupsi,” tegas JB – sapaan akrab Ketua PSHAB, Jeni Basauli kepada medialingkar.com, Senin (11/5/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Oleh karena itu, adanya dugaan pemotongn yang mengemuka di Kecamatan Rawalumbu dan Kantor Satpol PP, JB meminta Kejaksaan dan kepolisian untuk turun tangan.

“Modus korupsinyakan jelas, honor di transfer setelah itu diminta dikumpulkan kepada seorang yang ditunjuk, setelah terkumpul honor dikembalikan namun tidak sesuai dengan jumlah awal yang diterimanya,” papar JB.

Penyunatan anggaran honor Covid-19, bagi JB itu merupakan kejahatan yang sangat luar biasa. Apalagi praktek pemotongan dengan modus tersebut sungguh sangat menyakiti perasaan para pegawai yang bekerja di garda terdepan, tapi diperlakukan buruk oleh pimpinannya.

“Makanya sekali lagi, kami meminta Kejaksaan dan Kepolisian untuk pro aktif, karena kami khawatir kasus ini terjadi juga di Kecamatan lainnya atau di Dinas lainnya. Maka dari itu, kami akan melakukan investigasi juga di Kecamatan maupun di Dinas lainnya,” tandas Jeni Basauli.

JB menambahkan, sedangkan alasan yang dikemukakan oleh Kasatpol PP adalah bentuk kebodohan seorang pejabat publik yang menyederhakan perbuatan korup dengan mencari argumentasi, semua orang bekerja.

“Argumentasi yang bodoh dari pejabat publik, birokrat itu bekerja terencana dan terukur, masa argumentasinya begitu. Dengan demikian, Walikota wajib untuk evaluasia Kasatpol PP dan Camat Rawalumbu yang diduga melakukan penyunatan honor staff, dan jelas ini murni pidana,” tegasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Abi Hurairah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi membantah adanya pemotongan honorarium tersebut.

Sayang, Dian Herdiana, Camat Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan dirinya belum juga memberikan tanggapan apapun.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan