PSBB Gagal Tekan Peredaran Covid-19, Pemkot Bekasi Malah Instruksikan Seluruh ASN/Non ASN Bekerja

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA–Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  yang diberlakukan diwilayah Kota Bekasi dinilai gagal mencapai harapan. Hal itu terbukti dengan semakin bayaknya warga yang terpapar Covid-19 ditambah suasa seperti hari biasa yang penuh aktivitas.

Hal itu disampaikan langsung oleh Hasan Basri, Aktivis Mahamuda Bekasi. Menurutnya, PSBB dapat kita nilai gagal dalam menekan peredaran Covid-19, namun Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot) Bekasi malah instruksikan seluruh ASN/Non ASN untuk tetap bekerja.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kegagalan itu, dinilai adanya ketidak tegasan dari Pemkot Bekasi. Lihat saja mobilitas manusia sangat tinggi, pabrik-pabrik masih banyak yang beroperasi. Ditambah ASN Kota Bekasi masih bekerja normal,” tegas Hasan yang juga selaku Pengamat Sosial di Bekasi.

Padahal, sambung Hasan dalam PSBB seharusnya bidang mana saja yang bisa bekerja.

“Bagaimana Pemerintahnya mau melarang pabrik untuk berhenti beroperasi, sedang puluhan ribu ASN saja masih disuruh bekerja tanpa WFH,” ujarnya.

Harusnya, sambung Hasan, Walikota Bekasi tegas dulu menerapkan PSBB ke internal institusinya dengan membatasi aktifitas kerjanya, ini malah ASNnya diancam-ancam apabila tidak melaksanakan instruksinya bahkan sedikit ada intimidasi sebab jika tidak mau bekerja disuruh mundur. Padahal dan banyak ASN yang positif dan bahkan sudah ada beberapa yang mati.

“Jika ASN dipaksanakan terus untuk masuk kerja, sama saja mereka ini sedang ditumbalkan oleh pimpinannya untuk mati, apakah demikian,” tegasnya.

Oleh karena itu, sambung Hasan, PSBB akan sulit berhasil diterapkan jika mobilitas manusia tidak dibatasi.

“Wajar tahap pertama PSBB gagal, tahap kedua bisa gagal juga jika Walikota tidak serius membatasi gerak manusia,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Hasan, bahwa yang terpapar covid 19 dikalangan pekerja pabrik dan ASN teracam akan lebih besar mengingat, pergerakan manusia di Kota Bekasi tidak di atur dengan baik dan benar.

“Lihat saja dilapangan, ASN dan Non ASN/Honorer Kota Bekasi sibuk masuk kerja dan turun ke masing masing wilayah, itu jelas meraka ini terancam terpapar dan khawatir wabah ini menjadi bom waktu di lingkungan pegawai Pemkot Bekasi,” tandasnya.

Sayangnya, saat dikonfirmasi terkait PSBB dan keterlibatan para ASN serta Non ASN dan Honorer Pemkot Bekasi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar belum bisa dihubungin.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

2 Komentar

  1. Mohon ada yang berani melaporkan, soalnya “sajen” di Bekasi kencang sekali, udah jadi rahasia umum, seperti kerajaan Jin banyak banget sajennya. Entah sampai kapan jika ga ada yang berani melaporkan.