Presedium Marhaen Indonesia 98: Bupati Bekasi Tidak Mempuni, Tidak Berprestasi

  • Whatsapp

LINGKAR INDONESIA – Presedium Marhaen Indonesia 98, S. P. Rikky Tambunan mengutarakan bahwa pada Tahun 2022, Pilkada Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diperkirakan masyarakat Pemilih Kabupaten Bekasi akan meninggalkan Partai Golkar.

“Diperkirakan, Kabupaten Bekasi akan kembali dipimpin oleh Partai Islam yakni PKS dan berpasangan dengan PDI Perjuangan? Sebab, Bupati hari ini bisa dianggap tidak mumpuni, tidak berprestasi, termasuk dengan berlarut-larutnya penyelesaian pemisahan PDAM Tirta Bhagasasi dengan PDAM Patriot Kota Bekasi, termasuk juga dengan digugatnya masalah Dirut PDAM Bhagasasi di Pengadilan PTUN Bandung,” papar Rikky, Sabtu (5/12/2020).

Bacaan Lainnya

Bupati saat ini, sambung Rikky, dapat dianggap tidak mampu mengatasi intoleransi diwilayah Kabupaten Bekasi dengan penutupan tempat ibadah, seperti HKBP di Cikarang.

“Selainnya, permasalahan penangkapan Bupati Golkar oleh KPK yakni Hajjah Neneng Yasin soal Kasus Meikarta banyak membuat masyarakat Kabupaten ini akan meninggalkan kepemimpinan Partai Golkar yang selama ini sudah hampir 8 tahun berkuasa. Kasus Meikarta menyedot perhatian dan memperburuk nama baik Partai Golkar di Cikarang,” terangnya.

Selain itu, kata Rikky, Bupati Eka yang menggantikan Hj. Neneng jadi Bupati Bekasi dianggap gagal memuluskan Pemilihan Calon Wakil Bupati dengan terpilih oleh Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi yang meloloskan Haji Marjuki.

“Eka, disebut-sebut ikut berusaha menggagalkan hasil Pleno DPRD dengan tidak hadir dalam Paripurna. H. Muhamad Nuh dari PKS dan Soeleman dari PDIP disebut-sebut berpeluang jadi Bupati kedepan? Nuh dan Soeleman adalah Ketua Partai PKS dan PDIP Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Kedua figur ini akan dapat mengangkat Kabupaten sebagai Kota industri ini dari keterpurukannya. Nuh dan Soeleman adalah Wakil Ketua DPRD dan sudah beberapa kali jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan sudah memahami Pemerintahan Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Menurut Rikky, PKS sebelumnya sudah pernah menjadi Bupati Bekasi yakni H. Saduddin dan berhasil menjaga kemajemukan Kabupaten Bekasi ini, termasuk berhasil merawat kerukunan antar umat beragama serta tidak ada penutupan tempat ibadah.

“Soeleman sebagai Partai penguasa Nasional diharapkan akan berjuang menjaga intoleransi di Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pemilih sekitar jutaan ini diwilayah Kabupaten Bekasi adalah pemilih perkotaan yang sangat majemuk dan bisa memilih secara benar pemimpinnya ke depan di Pilkada 2022 mendatang,” pungkasnya.(YD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan