Praktisi Hukum: Instruksi Menpan-RB Antisipasi Covid-19 Dikalangan ASN Parsial Dilakukan Oleh Pemkot Bekasi!

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Pelaksanaan Instruksi Menpan & RB untuk dilakukan WFH dan WFO dengan cara sistem shift di Pemerintah Kota Bekasi pada praktiknya hanya dilakukan secara parsial. Hal ini disampaikan langsung oleh Jeni Basauli, Ketua Pusat Studi Hukum dan Advokasi Bhagasasi (PSHAB).

“Berdasarakan pantauan dilapangan, salah satu OPD yang melaksanakan WFH dan WFO adalah DPMPTSPT, sementara diberbagai Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Bekasi tidak diberlakukan WFH dan WFO. Saya melihat, instruksi Menpan & RB saja baru ditindaklanjuti tertanggal 17 Juli, sementara intruksi dari Menpan & RB dari 13 Juli, aneh memang Kota Bekasi ini,” ujar Jeni
kepada radarnonstop.co (Rakyat Merdeka Group) ketika dimintai tanggapannya, Selasa (21/7/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Selain itu, Jeni menambahkan bahwasanya Pemerintah Pusat serius mengatur Pegawainya didaerah rawan Pandemi Covid-19 agar tidak terkena, tapi Walikota Bekasi lagi-lagi hanya menggugurkan kewajiban saja dengan memberlakukan instruksi tersebut secara parsial.

“Walikota Bekasi ini memang tidak serius kali ya, pemberlakuan WFH hanya diberlakukan di Dinas tertentu saja sementara dilapangan masih banyak pegawainya bertaruh nyawa,” tegas Jeni.

Menpan & RB, sambung Jeni, seharusnya melakukan supervisi langsung ke Kota Bekasi dengan sidak.

“Biar pada tahu, bahwa Kota Bekasi memang tidak serius mengantisipasi penyebaran wabah Pandemi Covid-19 dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi,” tandasnya.

Sebelumnya, Karto, Kepala Badan Kepegawaian, Kependidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi mengaku bahwa pihaknya telah menindaklanjuti instruksi tersebut. Namun pada kenyataannya, dalam Minggu rawan tersebut, Pemkot Bekasi menindaklanjutinya di akhir pekan, tepatnya 17 Juli 2020 dimana hal ini tiga hari setelah instruksi Menpan & RB Turun dan itupun hanya dilakukan secara parsial.

Dilain sisi, Imam Yahdi, Kabid Anggaran BKPPD Kota Bekasi meninggal dunia. Informasi yang didapat dilapangan, Almarhum sakit sejak empat hari yang lalu dan dikabarkan terpapar Covid-19. Namun saat dikonfirmasi terkait keberadaan tersebut, Karto, Kepala BKPPD Kota Bekasi menjawab,

“Saya belum dapat kabar hal tekena Covid-19, yangg saya tau dia sakit memang 4 hari yang lalu,” jawabnya deny singkat.

Faktanya, datang yang didapat kalau Almarhum Imam Yahdi dimakamkan tadi malam dengan prosesi Pemakaman dengan menggunakan Protokoler Kesehatan. Selain itu banyak pula yang mendoakan Almarhum semoga Khusnul Khatimah.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan