Pondok Kopi : “Selamatkan Tanah Warga RT.05/11” Jaktim

  • Whatsapp
banner 468x60

Lingkar Indonesia. Warga RT 05/ RW 11 sabtu, 8/02/2020 menggelar aksi demonstrasi di kp. Pondok kopi Jaktim. Sekitar jam 13.00 sampai dengan pukul 17.00 dengan estimasi massa 150 orang lebih. Dalam aksinya warga menuntut kepada Pemerintahan Jakarta Timur, DPRD DKI, dan Pengadilan Tinggi Negeri Jaktim untuk secepatnya menyelesaikan masalah hak tanah untuk warga.

Dalam kesempatan ini demontrasi yang  tergabung beberapa elemen organisasi : FPTP, LKJ, GMNI Jakarta Timur K.M UNISMA yang mendampingi masyarakat atas kasus tanah garapan warga kp.pondok kopi dan mengawal menuju sidang di pengadilan kedepan.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Gilbert selaku pemimpin FPTPR menerangkan kepada pihak Lingkar Indonesia, bahwa warga RT 05/ RT 11 Pondok Kopi berdasarkan sejarah warga secara turun-temurun sudah menempati lahan tersebut pada tahun 1992 bermula dari tanah kosong bekas HGU PT.Mas Naga Steel yang telah diterlantarkan selama bertahun-tahun, sehingga warga beritikad baik merawat, menguasai fisik lahan hingga tahun 2004 dan telah terbentuk struktur penduduk seperti RT dan RW secara sah. Hingga pada tahun 2015-2020 ada oknum mengklaim secara sepihak sebagai pemilik tanah yang ditempati oleh warga. Akibat klaim tersebut berkali-kali warga dipanggil untuk mediasi oleh pihak kelurahan, kecamatan, bahkan hingga tingkat kotamadya. Janggal sekali memang ketika fungsi Pemerintahan menjadi mediator padahal tidak ada atau ditunjuk menjadi mediator oleh instansi manapun dan tidak ada kewenangan kelurahan, kecamatan, kotamadya untuk menjadi mediator. “Pungkasnya”.

Selanjutnya Gilbert bersama FPTPR,LKJ,GMNI Jakarta Timur, KM. UNISMA Warga Pondok Kopi RT 05/RW 11 akan melakukan pengawalan, dan akan terus menggalang solidaritas yang lebih besar untuk menuntut hak warga atas tanah, selain itu warga bersama aliansi lainnya akan mengawal sampai pengadilan negeri Jakarta Timur sampai warga dijamin oleh negara atau pemangku kebijakan. Adapun tuntutan warga tersebut sebagai berikut : lawan praktek mafia tanah, lawan birokrasi yang menjadi mafia tanah, peradilan yang memeriksa dan mengadili perkara harus menjunjung tinggi kepastian hukum, laksanakan amanat UUPA No.5 tahun 1960 dan menjalankan amanat UUD 1945 pasal 33 , selamatkan tanah warga RT 05 RW 11 Pondok Kopi. Dengan ini disampaikan keluh kesah warga sekitar 90 KK tersebut semoga tuntutan menjadi baik untuk masyarakat Kp. Pondok kopi serta warga dapat hidup kembali dengan layak. “Pungkasnya”.

Kemudian aksi ditutup dengan orasi-orasi perjuangan, dan doa bersama. (Goz)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan