Polres Terbitkan SPDP, PH Mario Arisatmojo: Karena Dua Kasus yang Sama Sudah Selayaknya Terlapor di Tahan

  • Whatsapp

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Mario Arisatmojo, SH, MH, didampingi rekannya Unggul Sapetua Sitorus SH, kuasa hukum Mastaria Manurung selaku pelapor atas dugaan penipuan dengan Laporan Polisi Nomor: LP/609/K/III/2020/SPKT/Restro Bekasi Kota tertanggal 10 Maret 2020, sudah menunjukkan titik terang.

“Kita apresiasi kinerja Polres Metro Bekasi Kota karena telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 22Juni 2021 Minggu lalu. Dan ini menunjukkan titik terang,” ujar Mario Arisatmojo, Kuasa Hukum Mastaria Manurung kepada wartawan, Kemarin.

Bacaan Lainnya

Dengan diberitahukannya, lanjut Mario Arisatmojo bahwa pada tanggal 21 Juni 2021 telah dimulainya Penyidikan Tindak Pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUH Pidana yang diduga dilakukan oleh terlapor inisial AJ.

Dikatakan Mario, dengan dikeluarkannya SPDP ini, menurut saya sebagai Penasehat Hukum sudah selayaknya Terlapor AJ di Tahan, karena ini sudah peristiwa yang sudah berulang dimana terlapor ini sudah tersangkut juga dengan Pasal yang sama dan sudah ditetapkan sebagai terpidana.

Termasuk, sambung Mario menegaskan tidak adanya korporatif dari terlapor, pasalnya beberapa kali diundang untuk komprontir tidak pernah hadir memberikan penjelasan yang clier demi Hukum, sehingga sudah selayaknya dilakukan Penahanan terhadap terlapor.

“Karena sudah pernah melakukan kasus yang sama, dimana kasus sebelumnya juga kasus Penipuan yaitu dalam Pasal 378 KUH Pidana dan telah terpidana, dan juga kasus yang sama menjerat terlapor AJ sudah selayaknya di Tahan, agar tidak ada lagi korban yang sama. Dan tidak tertutup kemungkinan, dikejaksaan pengembangan bisa bertambah,” jelas Mario sebagai PH yang sudah banyak menangani kasus kasus Pidana.

Sebagai Kuasa Hukum klien kami, kata Mario, kami berharap penyidik lebih cepat memproses kasus tersebut, karena menurut kami, info yang kami tau bahwa tempat tinggal terlapor ini kurang jelas keberadaannya, dan juga menurut kami dimana terlapor Ketua yang selalu berpindah pindah, dikawatirkan dengan berpindah-pindahnya akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri atau melakukan perbuatan yang sama seperti yang dilakukan terhadap klien kami, itu harapan kami.

“Surat SPDP sudah diterima oleh Kejaksaan dan akan diproses, dalam waktu 30 hari akan ada tindak lanjut akan kasus ini, dan kami tidak ber andai andai tapi berharap Kejaksaan dapat bekerja sesuai dengan schedule dan kami akan kawal terus proses berjalannya kasus ini,” tegas Mario.

Hal senada dikatakan Pelapor Mastaria Manurung bahwa diduga korban penipuan oleh terlapor AJ mengatakan kalau perasaannya saat ini setelah turunnya SPDP sudah 50% lega setelah naik sidik walaupun dengan menempuh waktu yang agak panjang dan berbagai kendala yang akhirnya bisa naik sidik.

“Terimakasih kepada Penyidik, hanya satu permintaan saya sebagai warga negara korban penipuan oleh terlapor AJ, mengingat saat ini terlapor adalah terpidana telah divonis dan mendapat hukuman agar pihak kepolisian segera menahan terlapor guna mempermudah penyidikan dan menurutnya karena telah banyak merugikan saya sebagai korbannya, sangatlah layak segera terlapor AJ ditahan, masalahnya terlapor ini adalah merupakan seorang Ketua organda, sudah ngak layak mendapat gelar itu, sudah mencoreng nama organisasi, bagaimana terlapor AJ seorang ketua terpidana kasus 378,” terang Mastaria Manurung seraya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan