Perkumpulan Politeknik Swasta(PELITA) Indonesia Dideklarasikan Di Tegal-Jateng

MLI – Direktur Politeknik swasta se- Indonesia membentuk dan mendeklarasikan wadah organisasi baru bernama PERKUMPULAN POLITEKNIK SWASTA (PELITA) INDONESIA. 

Kegiatan deklarasi tersebut berlangsung di gedung aula utama Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) Kota Tegal, Jumat (20/5/2022).

Bacaan Lainnya

Ada sebanyak 31 direktur politeknik swasta yang hadir dan mendeklarasikan Pelita Indonesia.

Mulai dari politeknik di Provinsi Aceh hingga politeknik di Provinsi Sulawesi Selatan.

Organisasi PELITA INDONESIA bermula dari gagasan empat politeknik, yaitu Politeknik Harapan Bersama Tegal, Politeknik Tempo Jakarta, Politeknik LP3I Jakarta, dan Politeknik Bina Madani Bekasi.

Direktur Politeknik LP3I Jakarta, Akhwanul Akhmal mengatakan, Pelita Indonesia dibentuk karena selama ini belum ada organisasi yang secara khusus mewadahi politeknik swasta di Indonesia, sehingga semua bersepakat untuk membentuk organisasi.

Tujuannya adalah untuk saling membantu antar anggota agar terjadi peningkatan kualitas tata kelola politeknik swasta serta mendukung dan menjalankan program yang dibuat pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas lulusan, sekaligus berkolaborasi untuk mewujudkan perguruan tinggi vokasi yang unggul di Indonesia.
“Memang harus saling bahu-membahu, tidak bisa sendiri-sendiri.
Sehingga kami membutuhkan sebuah organisasi yang solid untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Akhwan.

Selain itu, menurut Akhwan, pembentukan perkumpulan tersebut juga berangkat dari kegelisahan bersama, bahwa politeknik swasta belum merasakan dengan baik kebijakan dari pemerintah.

Akhwan mengatakan, kegiatan pembentukan dan deklarasi akan berlangsung selama dua hari, hingga Sabtu 21 Mei 2022.

Dalam kegiatan tersebut, sekaligus dilakukan pemilihan ketua, pembentukan struktur organisasi, pembuatan AD/ART, hingga pembuatan program kerja.

“Kami harapkan, mudah-mudahan pemerintah melihat gerakan ini sebagai keseriusan swasta dalam mengelola pendidikan.

Bukan sekadar ada, tetapi memang serius ingin membantu pemerintah,” ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Adhe R. Saptadjie, Direktur Politeknik Bhakti Kartini, bahwa pentingnya keberadaan PELITA INDONESIA bukan hanya sekedar wadah untuk berkumpulnya politeknik swasta se Indonesia, tetapi lebih jauh diharapkan sebagai organisasi yang dapat memberikan advokasi kepada seluruh anggotanya dan dapat memperjuangkan kepentingan politeknik swasta Indonesia dalam mencapai derajat kesetaraan kualitas politeknik dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat luas.

Hadir pada kegiatan ini, delegasi Politeknik Bhakti Kartini sebanyak 3 (tiga) orang pimpinan yaitu Adhe R. Saptadjie (Direktur), Devi Fitriyastanti (Wadir bid. Akademik) dan Feby Supradono (Wadir bid. SDM).

Berikut data peserta deklarasi Pelita Indonesia:

1. Politeknik Tempo Jakarta
2. Politeknik LP3I Jakarta
3. Politeknik Bina Madani Bekasi
4. Politeknik Harapan Bersama Tegal
5. Politeknik Aceh
6. Politeknik Kutaraja Aceh
7. Politeknik Indonesia Venezuela Aceh
8. Politeknik Jambi
9. Politeknik Bintan Cakrawala Kepulauan Riau
10. Politeknik Kotabaru Kalimantan Selatan
11. Politeknik Jakarta Internasional
12. Politeknik Karya Husada Jakarta
13. Politeknik Piksi Input Banten
14. Politeknik Krakatau Banten
15. Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi
16. Politeknik Bhakti Kartini Bekasi
17. Politeknik Multimedia Nusantara Banten
18. Politeknik Pariwisata Prima Internasional Cirebon
19. Politeknik ATMI Surakarta
20. Politeknik Indonusa Surakarta
21. Politeknik Akbara Surakarta
22. Politeknik Balekambang Jepara
23. Politeknik Bumi Akpelni Semarang
24. Politeknik Sawunggalih Aji Purworejo
25. Politeknik Pratama Mulia Surakarta
26. Politeknik Banjarnegara
27. Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus
28. Politeknik Unisma Malang
29. Politeknik Mitra Global Banyuwangi
30. Politeknik Kesehatan Megarezky Makassar
31. Politeknik Ubaya Surabaya (FSO). (RED)

Tinggalkan Balasan