Peran BUMN Di Tahun Vivere Pericoloso Pandemiv Corona Covid19

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA

Penulis : Tri Okta Sulfa Kimiawan., S.I.Kom, MM    (Dosen FISIP Universitas Bung Karno)

Bacaan Lainnya

banner 300250

Tahun 2020 bangsa Indonesia sedang mengalami masa-masa genting atau berbahaya dimana Kemerdekaan seolah olah dirampas oleh penjajah yang bernama Virus Covid-19. Masyarakat kini tidak bisa menjalankan aktivitas sehari hari seperti biasa, roda ekonomi berhenti, diberlakukan jam malam bahkan ruang ruang peribadatanpun dibatasi atas nama Physical Distancing belum lagi Media Massa memberitakan korban keganasan Virus Covid-19 dan ancaman PHK dimana mana. Hal ini menimbulkan keresahan dan ketakutan di Masyarakat akan hari esok.

Gerak cepat Kementerian BUMN mengambil langkah langkah strategis dalam merespon dampak wabah virus Corona memberikan rasa tenang dan nyaman pada Masyarakat. Kebijakan yang diambil seperti memproduksi sendiri Ventilator [alat bantu pernafasan], Masker, Alat Perlindungan Diri, Obat Covid-19, Vitamin sangat tepat ditengah Pandemi Global. Ketersediaan produk tersebut sangat dibutuhkan Masyarakat Indonesia, khususnya tenaga medis yang berada digaris depan dalam melawan virus Covid-19.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan sudah terdapat beberapa Perusahaan milik Negara seperti PT LEN, PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad yang memproduksi Ventilator. Sedangkan PT Indofarma jadi induk [BUMN farmasi untuk] alat kesehatan akan kerjasama dengan pihak terkait. “kata Arya dalam video conference” Rabu (Rabu, 15/4/2020).

PT Indofarma bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) dan PT Pindad membuat alat ventilator sendiri dengan ketersediaan bahan baku 70% dari dalam Negeri. Tidak hanya itu PT Indofarma sudah bekerjasama dengan UKM (Usaha Kecil dan Menegah) serta pabrik garmen untuk memproduksi alat pelindung diri atau APD yang membuat harga APD yang didistribusikan oleh PT Indofarma lebih murah dibandingkan dengan APD impor.

Kemandirian yang dipelopori oleh Kementerian BUMN senafas dengan cita cita Pendiri Bangsa Bung Karno. “Dia (Soekarno) mengatakan bahwa ekonomi nanti kita buat atas kemampuan kita sendiri, dengan modal kita sendiri, dengan tenaga kita sendiri, dengan kepandaian kita sendiri,” Itu artinya, kepercayaan diri bangsa Indonesia sangat tinggi. Sama halnya dengan meraih kemerdekaan atas kekuatan kita, perekonomian juga harusnya disusun atas kekuatan yang dimiliki Bangsa Indonesia.

“Kita ini satu” Bangsa tempe, ataukah satu Bangsa Banteng? Kalau kita satu Bangsa yang berjoang, kalau kita satu fighting nation, kalau kita satu Bangsa Banteng, dan bukan satu Bangsa tempe, marilah kita berani nyrempet-nyrempet bahaya, berani ber-Vivere Pericoloso! Asal jangan kita Vivere Pericoloso kepada Tuhan! Hiduplah ber-Vivere Pericoloso di atas jalan yang dikehendaki oleh Tuhan dan diridhai oleh Tuhan,” kutipan pidato Soekarno, Genta Suara Revolusi Indonesia (Gesuri) pada 17 Agustus 1964. Dengan semangat Berdikari semoga Bangsa Indonesia diberi kemampuan oleh Tuhan YME mengusir Virus Covid-19 dari Bumi Pertiwi, Habis Gelap Terbitlah Terang menyongsong hari esok yang Gemah Ripah Loh Jinawi. (TOSK).

(Goez)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan