Penolak Bala itu Berkeliaran di Jalan-jalan

  • Whatsapp

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Betawi dengan segala budayanya adalah bagian dari kehidupan masyarakat Ibukota  DKI Jakarta. Salah satu karya budaya turun temurun adalah ondel-ondel. Sebagai warisan budaya tentunya ondel-ondel  mempunyai makna dan nilai yang patut untuk dilestarikan. Konon ondel-ondel sudah ada sejak lama, salah satunya ia bisa berfungsi sebagai penolak bala.

 

Bacaan Lainnya

Pemerintah DKI Jakarta melalui Pergub No. 11 tahun 2017 menempatkan warisan budaya Betawi ini  pada posisi terhormat, diantaranya :1. Sebagai pelengkap berbagai upacara adat tradisional masyarakat Betawi. 2. Sebagai dekorasi pada acara seremonial di lingkungan PenerintahPropinsi DKI Jakarta. Termasuk didalamnya festifal, pentas artis asing, pameran, pusat perbelanjaan, industry pariwisata, gedung pertemuan dan area public yang memungkinkn dari aspek estetika dan keselamatan umum. 3. Penenpatan di sisi kanan kiri pintu masuk , di lobby sebagai pelengkap photo (photo wall), di panggung pementasan atau dalam bentuk visual di LED/videotron, atau tempat lain sesuai estetika.

 

Pergub no. 11 tahun 2017 tentunya sudah menempatkan ondel-ondel sebagai warisan budaya pada tempat yang terhormat. Namun demikian jika melihat sekarang ini, ada sebagian yang membuat nilai budaya ondel-ondel  menjadi bahan symbol kemiskinan. Bagaimana tidak ondel-ondel dijalanan sekarang  sebagai alat untuk meminta – minta dalam bentuk mengamen . Tentu hal ini menurunkan citra  budaya warga Betawi.

 

Dalam prakteknya para pengamen ondel –ondel   berkeliling mengelilingi dari kampung ke kampung dalam satu rombongan lengkap diiringi pemusiknyaa. Satu rombongang bisa mencapai  puluhan hingga belasan orang.

 

Di waktu pandemic covid 19 sekarang ini tentunya penegakan peraturan Gubernur menjadi sangat tajam, karena dengan kumpulan atau rombongan pengamen yang berjumlah banyak bukannya akan menjadi tempat yang bisa menularkan virus Covid 19, mengingat juga rombongan ondel-ondel  secara leluasa beerhubungan kontak fisik  dengan orang, dari tempat satu ketempat lainnya.

 

Ondel-ondel yang pada asalnya menurut sejarah digunakan untuk penolak bala (kejahatan) akan jadi kontraproduktip karena bisa menjadi memunculkan bala atau musibah, diantaranya menjadi perantara penularan virus covid 19. (SUS, Media Lingkar Indonesia)

Tinggalkan Balasan