Pengamat: Wali Kota Itu Bukan Raja, ASN Dan TKK Bukan Robot, Mereka Juga Manusia Yang Perlu Dilindungi

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN serta para Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Pemerintah Kota Bekasi didalam wabah Pandemi Covid-19 dan penerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mini memasuki tahap kedua menjadi perbincangan hangat dikalangan publik.

Sahat P. Ricky Tambunan, Wakil Ketua Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Bekasi yang sekaligus selaku Pengamat Kebijakan Publik dengan tegas mengatakan Wali Kota bukanlah Raja, ASN bukan robot, Wali Kota jangan bersikap seenak udel, jangan doyan pencitraan.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Wali Kota Bekasi tak punya ide dalam menangani wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19 ini. Walikota terkesan panik akibatnya kerap memaksakan kehendaknya, seperti seorang raja, terutama perlakuannya terhadap ASN dan TKK yang memaksa terus bekerja walaupun dihari libur. Walikota tak sadar ASN dan TKK itu bukan robot, mereka juga manusia yang perlu dilindungi,” tegas Ricky Tambunan kepada medialingkar.com, Jum’at (1/5).

Ricky menambahkan, Walikota terlihat seakan mempergunakan wabah Covid-19 ini sebagai ajang pencitraan.

“Walikota juga tidakk memberi contoh penerapan PSBB, saya lihat dia masih sering mengumpulkan orang. Seharusnya, yang dilakukan Walikota memastikan rakyatnya makan, vendor (Bansos) tepat sasaran. Ini dimana-mana RT/RW masih menjerit akibat keluhan warga soal bantuan sosial dari Pemerintah untuk dampak Corona yang tak merata.

Menurut Ricky, Walikota telah mempergunakan uang negara untuk tujuan politis, apa arti tas (plastik) kuning itu?

“Sayapun menkritik pembagian Bansos yang memakai plastik berwarna Kuning. Walikota harus bijak dan cerdas. Jangan mempergunakan momen wabah ini untuk tujuan yang aneh-aneh. Tenangkan rakyat dengan tindakan yang terpuji. Pastikan rakyat makan. Merdeka,” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang narasumber dilapangan dari kalangan ASN mengutarakan bahwa memang benar Walikota menyuruh mengundurkan diri jika tidak mau bekerja, dan hal itu berlaku juga bagi para TKK.

“Ya kita hanya bisa pasrah dengan perintah Walikota tersebut. Padahal aparatur dibawah sudah sangat kelelahan karena sistem kerja yang tidak di atur, dengan kata lain tidak terukur dan terstruktur. Dan hanya bisa berdoa semoga Kesehatan selalu menyertai langkah kami, Aamiin Yaa Rabbal’alamiin,” ujarnya seraya meminta agar namanya untuk tidak disebutkan.

(Goez)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan