Pengamat: Perebutan Kursi Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Perlukah Figur Alternatif?

  • Whatsapp

LINGKAR INDONESIA – Meski Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bekasi hingga kini belum jelas waktu pelaksanaannya, namun dua nama dari 3 Calon kandidat Ketua yang santer disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi mengkristal ke nama Ade Puspitasari dan Nofel Saleh Hilabi.

Kondisi ini ikut dikomentari Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Istianto yang menyebutkan bahwa sejatinya setiap kompetisi politik pasti ada persaingan, termasuk di partai politik.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak tahu dinamikanya seperti apa. Namun normatifnya sebuah kompetisi politik pasti ada persaingan. Dan itu hal yang wajar saja,”ucap pria yang juga seorang Dosen di sebuah sekolah tinggi swasta ini pada media, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: https://medialingkar.com/lima-pengurus-kecamatan-kompak-gugat-sk-plt-dpd-golkar-kota-bekasi-ke-mahkamah-partai/

Ditambahkannya, tinggal bagaiman para voter memilih siapa kan dikembalikan ke mekanisme partai tersebut.

“Suara pemilih (voter) kan yang menentukan juga dan disesuaikan dengan mekanisme nya di partai tersebut. Kan memilih itu ada beberapa indikator nya misalnya populis atau tidak, dan ini juga ada parameternya,” tuturnya.

Soal restu dari hirarki tertinggi di Partai politik, kata dia, itu juga penting. Karena biasanya sebagai legitimasi sikap dan dukungan Pengurus Pusat partai politik juga menentukan.

“Iya itu (Restu DPP) juga penting sebagai sebuah legitimasi. Biasanya kan tingkat DPD hirarki di atasnya DPW setelah itu DPP mekanisme nya begitu. Kadang-kadang kan ada juga yang ‘selonongboy’ langsung ke pusat,” ucapnya sambil tertawa.

Ketika ditanya soal perlu tidak sosok atau figur alternatif sebagai langkah mengkondusifkan dari kebuntuan dinamika politik di sebuah pertarungan pemilihan ketua parpol. Bambang Istianto menegaskan, para elit partai yang tengah berkompetisi pasti punya cara untuk mendinginkan efek dinamika dari sebuah kompetisi pemilihan.

“Iya mereka (elit politik) pasti punya lah cara mencairkan kembali efek dinamika sebuah pemilihan politik. Entah mencari figur alternatif atau solusi lain kan mereka yang menentukan,” ujarnya seraya mengakhiri.(YD)

Tinggalkan Balasan