Pengamat: Diduga Tim Kecil Bertugas Menghalang-halangi Pemeriksaan Kajagung RI, Itu Pelanggaran Pidana?

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Lagi, Sahat P. Rikky Tambunan, selaku Pengamat Kebijakan Publik dan juga Wakil Ketua Kadinda Kota Bekasi mengungkap tabir dugaan korupsi seputar Skandal Mega Proyek Multiyear Tahun Anggaran 2017 yang saat ini dalam penanganan Kejaksaan Agung RI.

Rikky Tambunan mengatakan bahwa perbuatan Tim Kecil ASN di Pemerintah Kota Bekasi yang bertugas menyusun strategi kepada sejumlah terperiksa ASN Kota Bekasi seputar proyek Multi Years Tahun Anggaran 2017 sebelum diperiksa di Kejaksaan Agung RI adalah perbuatan pidana. Menghalang-halangi Aparat Hukum Negara yang sedang melakukan tugasnya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kajagung perlu memeriksa W dan N, oknum ASN yang bertugas di Inspektorat Pemerintah Kota Bekasi. Apa maksud mereka, melakukan brifing terhadap terperiksa sebelum diperiksa Kejaksaan Agung? Dan, siapa yang menyuruh mereka?,” papar Rikky dengan tegas kepada medialingkar.com
seraya bertanya, Rabu (10/6/2020).

Sampai hari ini, sambung Rikky, menurut informasi sudah sekitar 10 orang lebih Pejabat ASN Kota Bekasi yang diperiksa Kejaksaan Agung RI digedung Bundar, baik dari Eselon 4 sampai Eselon 2.

“Kejaksaan Agung akan terus maraton melakukan pemeriksaan kasus proyek multi years tersebut, termasuk akan meminta keterangan Pimpinan DPRD Kota Bekasi masa periode 2014-2019, dimana diduga ikut terlibat dalam penganggaran Proyek ujug-ujug tersebut. Rayendra Sukarmaji yang saat selaku Ketua TAPD juga harus di periksa,” pungkas Rikky yang merupakan mantan Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi tersebut.

Sayangnya, Widodo Indrijantoro, Kepala Inspektorat Kota Bekasi hingga berita ini diturunkan saat dikonfirmasi terkait masih adakah pejabat Pemkot yang akan dipanggil? Kami mendapat informasi, bagaimana tanggapan terkait adanya kabar pengkondisian kepada Tim penyidik di Kejagung yang dilakukan oleh salah satu pejabat Inspektorat? Apakah masih dilakukan briefing lanjutan kepada para terperiksa yg dilakukan oleh pihak Inspektorat? dirinya belum memberikan tanggapan apapun.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung RI), Hari Setiyono saat dikonfirmasi perihal benarkah mantan Pimpinan DPRD Kota Bekasi, Heri Koswara dan H. Edi hari ini dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Kejagung? Pemeriksaan yang ke berapa kali terhadap ke dua orang mantan pimpinan Dewan tersebut? Siapa lagi mantan Pimpinan Dewan yang akan dipanggil kembali dan kapan? dengan singkat menjawab,

“Mohon maaf, masih proses Penyelidikan. Jadi belum bisa kami sampaikan,” terang Hari Setiyono kepada wartawan dengan singkat.

Adapun proyek kegiatan tersebut diantaranya;
1. Proyek pembangunan gedung teknis bersama, yang terdiri dari perencanaan DED, Jasa Konsultansi ANDALALIN, Jasa Konsultansi AMDAL, jasa Konsultansi manajemen konstruksi dan pelaksanaan pembangunan, total pagu anggaran sebesar Rp 73, 6 miliar.

2. Proyek Pembangunan kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi, mulai dari jasa Konsultansi AMDAL. ANDALALIN, dan manajemen konstruksi, serta pelaksanaan proyek lanjutan di tahun 2017 total pagu anggaran sebesar Rp 20,3 miliar

3. Proyek Rehabilitasi Lapas Bulak Kapal, yang terdiri dari proyek jasa konsultansi ANDALALlN, Perencanaan teknis, manajemen konstruksi, serta pelaksanaan lanjutan pembangunan khusus tahun 2017 total pagu anggaran sebesar Rp 83, 8 miliar

4. Proyek Pembangunan RSUD Pelayanan Paru, mulai dari jasa Konsultansi AMDAL dan ANDALALIN, sampai pelaksanaan Ianjutan di tahun 2017 total pagu anggaran sebesar Rp 70 miliar, dan terakhir

5. Proyek Pembangunan Kantor Imigrasi, yang terdiri dari proyek jasa konsultansi AMDAL, ANDALALIN dan manajemen konstruksi serta proyek pembangunan Ianjutan di tahun 2017 total pagu anggaran sebesar Rp 33,1 miliar, Pungkasnya.

(Yudhi)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan