Pemerintah Jabar dan Kota Bekasi Satu Hati Tidak Terapkan PSBB Secara Total

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Setelah dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat pada 12 September 2020 lalu terkait ‘peningkatan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19’, Pemerintah Kota Bekasi langsung menggelar evaluasi bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (14/9/2020) lalu.

Dengan tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, keputusan resmi ini disampaikan oleh Walikota Bekasi, Rahmat Effendi usai menggelar rapat evaluasi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Rapat Evaluasi tersebut setelah dikeluarkannya Surat Edaran Gubernur Jawa Barat. Pemerintah Kota Bekasi pun terus berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran infeksi COVID-19, dengan menegaskan kepada seluruh warga masyarakat, para jamaah/jamaatnya untuk menaati protokol kesehatan termasuk di tempat ibadah.

Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi langsung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 443.1/5802/SETDA.Kessos tentang Penggunaan Masker di Tempat Ibadah di Kota Bekasi pada 17 September 2020 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.

Surat Edaran ini ditujukan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi, Ketua PCNU Kota Bekasi, PD Muhammadiyah, para Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama di Kota Bekasi

Dalam keputusannya Rahmat Effendi mengatakan bahwa Pemkot Bekasi tetap meneruskan kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) masyarakat produktif aman Covid-19, hanya saja ada evaluasi yaitu dengan membatasi aktivitas warga sampai pukul 23.00 WIB.

“Kita evaluasi adanya jam kegiatan hingga pukul 23.00 WIB,” kata Rahmat kepada wartawan di Stadion Patriot, Senin (14/9/2020), Walikota Rahmat pun menjelaskan bahwa dalam kebijakan ATHB masyarakat produktif aman Covid-19 telah terdapat beberapa poin penting.

Misalnya adalah dengan membentuk RW Siaga di 56 Kelurahan dari 12 Kecamatan, menurutnya penerapan PSBB secara mikro sudah dilakukan jauh jauh hari oleh Pemkot Bekasi, namun belum ada batasan waktu kegiatan karenanya Pemkot Bekasi akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Di dalamnya mengatur pembatasan jam operasional toko, mall, atau pusat kegiatan masyarakat hingga pukul 23.00 WIB, pihaknya tidak memutuskan untuk melaksanakan PSBB total lantaran mengacu dgn beberapa pertimbangan yang diantaranya ekonomi masyarakat.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan