Pembangunan Mini Market Ditolak Warga, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Sesalkan Sikap Pemda

  • Whatsapp
Pembangunan Mini Market
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Warga RW.02 dan RW.28 Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi menolak adanya Mini Market yang dibangun diwilayahnya. Pasalnya, mereka menyatakan disekitar wilayahnya sudah ada beberapa Mini Market yang sudah berdiri sebelumnya.

“Saya kaget ada pembangun Alfamidi tersebut. saya sebagai sekretaris RT.12 gak tau menahu, warga banyak yang complain,” ucap Nasrulah yang juga Sekretaris RT.12/RW.02 dan rumahnya bersebelahan dengan tempat dibangunnya Mini Market tersebut, Jum’at (6/11/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurut Nasrulah kasihan warga yang jualan tradisional, sudah hancur karena Indomaret sekarang ada lagu Alfamidi, dimana kesempatan rakyat kalau seperti ini.

“Dimana Pancasila untuk warga kami, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arief Rahman Hakim menyatakan kekecewaannya pada Pemerintah Daerah sebagai pembuat aturan justru menabrak aturan yang dibuatnya.

“Dalam Perda nomor 7 tahun 2012 tentang Mini Market kan sudah diatur jaraknya antara Mini Market dengan Pasar Tradisional berjarak 500 meter. Ini aturan yang ditabrak sendiri oleh Pemerintah Daerah,” tutur politisi asal PDI Perjuangan tersebut.

Apalagi, kata Arief, diwilayah RW.02 Harapan Jaya itu banyak warga yang punya usaha kecil-kecilan. Makin hancur saja usaha mereka dengan berdirinya lagi Mini Market tersebut.

“Bagaimana masyarakat mau membangun ekonominya kalau ada aparat yang tidak menegakan aturan malah menabrak aturan. Saya sesalkan itu ada penolakan dari warga di RT.12/RW.02 Kelurahan Harapan Jaya masih saja pembangunan Mini Market berlangsung,” tandasnya.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan