Pelatihan Militerry Strategy and Tactic Millitery

Foto : Dede Farhan Aulawi

LINGKAR INDONESIA – Strategi dan taktik militer sangat penting untuk pelaksanaan peperangan. Secara luas dinyatakan, strategi adalah perencanaan, koordinasi, dan arahan umum operasi militer untuk memenuhi tujuan politik dan militer secara keseluruhan. Taktik menerapkan strategi dengan keputusan jangka pendek tentang pergerakan pasukan dan penggunaan senjata di medan pertempuran. Ahli teori militer Carl von Clausewitz mengatakan, “Taktik adalah seni menggunakan pasukan dalam pertempuran, sedangkan Strategi adalah seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan perang”. Strategi dan taktik, bagaimanapun, telah dilihat secara berbeda di hampir setiap era sejarah “, demikian disampaikan oleh Pemerhati Militer Dede Farhan Aulawi di Bandung, Sabtu (29/1).

Perubahan makna tersebut pada dasarnya karena sifat perang dan bentuk masyarakat telah berubah dan seiring dengan perkembangan teknologi. Strategi, misalnya, secara harfiah berarti “seni jenderal” (dari bahasa Yunani strategos) dan awalnya berarti perencanaan kampanye militer murni. Sampai abad 18 strategi mencakup masalah seperti benteng, manuver, dan pasokan logistik. Namun, pada abad ke-19, dengan munculnya ideologi massa, wajib militer, aliansi global, dan perubahan teknologi yang cepat, strategi militer menjadi sulit untuk dibedakan dari “strategi besar”, yaitu perencanaan dan pemanfaatan yang tepat dari seluruh sumber daya masyarakat – militer, teknologi, ekonomi, dan politik. Perubahan dalam ruang lingkup dan makna taktik dari waktu ke waktu sebagian besar disebabkan oleh perubahan besar dalam teknologi. Taktik sulit untuk dibedakan dalam kenyataan dari strategi karena keduanya sangat saling bergantung, meskipun di abad ke-20, taktik disebut strategi operasional. Strategi dibatasi oleh taktik apa yang mungkin dilakukan, mengingat ukuran, pelatihan, dan moral pasukan, jenis dan jumlah senjata yang tersedia, medan, cuaca, dan kualitas serta lokasi pasukan musuh, taktik yang akan digunakan bergantung pada pertimbangan strategis.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Dede juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan, wawasan dan pemahaman tentang perbedaan strategi dan taktik dalam operasi militer, sehingga mereka bisa membuat strategi maupun taktik jika terjadi peperangan.

Sementara itu terkait dengan materi yang akan dijelaskan dalam pelatihan, menurutnya pembahasan ditekankan pada :
– Strategic and Tactical Principles of Warfare
– Strategic and Tactical Maneuvers
– The Historical and Theoretical Development of Strategy and Tactics
– The Emergence of Modern Warfare.
– Theory and Technological Change
– World Wars : Trench Tactics to Nuclear Strategy
– Defensive and Offensive Strategies

Informasi lebih lanjut hubungi :
– Bu Nuni : 0813-8330-7997
– Bu Lilis : 0878-3770-5505
– Bu Inez : 0813-2498-5928
– Pak Tata : 0815-7897-7777

Referensi
– Baylis, John, et al., Contemporary Strategy, 2d ed., 2 vols. (1987)
– Dupuy, R. E. and T. N., The Encyclopedia of Military History, 4th ed. (1993)
– Ellis, John, Brute Force: Allied Strategy and Tactics in the Second World War (1990)
– Handel, Michael, War, Strategy, and Intelligence (1989)
– Jones, A., Elements of Military Strategy: An Historical Approach (1996)
– Kennedy, P. M., ed., Grand Strategies in War and Peace (1992)
– Kugler, R. L., U.S. Military Strategy and Force Posture for the 21st Century : Capabilities and Requirements (1994)
– Murray, W., et al., eds., The Making of Strategy : Rules, States and War (1996)
– Newell, C., The Framework of Operational Warfare (1991)
– Samuels, M., Doctrine and Dogma : German and British Infantry Tactics in the First World War (1992)

Tinggalkan Balasan