Peduli Dampak Covid-19, Lewat Aksi Sosial Waras Wasisto Bagikan Masker, Susu dan Vitamin C di Perempatan Pekayon Raya

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Peduli dampak penularan wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19, Waras Wasisto, Anggota DRPD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan menggelar aksi sosial lewat pembagian masker, susu beruang, Vitamin C di perempatan Pekayon Raya, Kel. Pekayon Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/4) siang.

“Dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi ini, problem ditemuin dilapangan adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat memakai masker saat keluar rumah. Sehingga, tadi kita bersama para tim membuat paket yang tidak banyak berupa masker, minum susu beruang dan vitamin C yang kita bagikan ke tukang ojek yang ada di perempatan Pekayon Raya serta para pengguna Jalan,” terang Waras kepada medialingkar.com.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Tentunya, sambung Mas Waras – sapaan akrabnya, kita mengkampanyekan kepada masyarakat untuk sadar diri agar yang keluar rumah untuk tetap menggunakan masker. Ya selama PSBB ini, sebaiknya dirumah saja ngikutin imbauan Pemerintah.

“Harapannya, aksi sosial ini dapat memberikan contoh kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Jawa Barat. Dan kepada siapapun yang bisa bergotong-royong untuk peduli kepada sesama, khususnya dalam menghadapi wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19 ini. Artinya, kepada masyarakat yang membutuhkan ya kita saling membantu. Berapapun nilainya itu akan sangat berharga dalam situasi kondisi saat ini,” ujar Waras.

Menyikapi Kota Bekasi masuk zona merah Covid-19 dan banyak bantuan dari Pemerintah, baik Pusat, Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kota Bekasi sebagai Satuan Tugas (Satgas) Lawan COVID-19 Jawa Barat, Mas Waras – sapaan akrabnya menjawab, kebetulan saya kemarin sudah japri Wali Kota Bekasi, Bapak Rahmat Effendi, saya sarankan agar pendataan warga masyarakat yang mendapatkan bantuan ini untuk segera dituntaskan.

“Jangan nanti data RT/RW beda, data Dinas Sosial (Dinsos) beda dan data di Duscapil beda, ini akan menuai masalah baru,” tegas Waras.

Kalau kemarib dibagikan tahapan pertama,
sambung Waras, dan ada tahap kedua serta ketiga, sementara disisi lain pendataan siapa yang berhak paling mendapatkan bantuan dampak Covid-19 dari Pemerintah belum clear, saya pikir nanti akan menyediakan persoalan dikemudian hari, dalam arti menjadi bom waktu.

“Jangan sampai nanti niat kita baik, nawaitunya tulus membantu namun faktanya dilapangan malah meresahkan masyarakat. Ini yang dikawatirkan oleh hampir semua golongan elemen masyarakat, seperti Lurah, Kepala Desa, Camat, RT/RW se Jawa Barat. Makanya, matengkan dulu pendataan baru dibagi/disalurkan. Karena bantuan ini ada yang dari Pusat, Provinsi Jabar hingga Pemerintah Daerah, Kota dan Kabupaten. Belum lagi nanti ada bantuan BLT dari Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Jadi memang, sambung Waras, bantuan ini banyak tentunya pendataan ini menjadi kunci, keberhasilannya itu di data, data siapa? Data yang orang paling berhak mendapatkan bantuan, jangan sampai salah sasaran.

Menyikapi kisruh data penerima bantuan sosial Provinsi Jawa Barat diwilayah Kota Bekasi berujung tuntutan penundaan pendistribusian sembako dan uang kepada warga. Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto.

“Sebaiknya ditunda dulu pendistribusian kepada warga sampai validasi data dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Waras.

Usulan penundaan, menurut Waras, agar tidak terjadi polemik di tengah masyarakat. Sebab, Waras mengaku banyak keluhan disampaikan masyarakat menyusul tidak meratanya pembagian bantuan sosial dari Pemprov Jabar.

“Biar tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat, saya minta ditunda. Pemkot harus segera memfaktualkan data, sehingga seluruh warga ke bagian bantuan sosial secara merata,” tegasnya.

(Goez)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan