Oleh : Ir. Sunu Pramono Budi,MM

Pada umumnya sikap partai politik menjelang PILPRES dibagi 2 (dua). Pertama, ada yang pragmatis, dan kedua, ada yang idealis.

Sikap Pragmatis, yaitu: setelah menganalisis peluang (elektabilitas) pasangan CAPRES-CAWAPRES, baru Parpol itu memutuskan dukungannya. Analisis yang dijadikan pertimbangan, mana yang berpeluang menjadi pemenang. Hal ini penting. Karena jika mendukung yang menang, berdampak baik bagi parpolnya.

Sikap Idealis, yaitu mendukung pasangan CAPRES-CAWAPRES yang punya karakter, visi, dan misi sejalan dengan platform PARPOL-nya. Sehingga dengan sekuat daya mesin partai akan diarahkan mendukung capres-cawapres pilihannya agar menang.

Apa plus dan minus bagi keduanya? Bagi aliran pragmatis, jika capres-cawapres yang diusung kalah, mereka bersikap moderat. Berusaha berdiplomasi mencari peluang, agar bisa bergabung dengan kabinet lawan politiknya.

Sebaliknya, bagi aliran idealis, jika pasangan capres-cawapresnya kalah, mereka mengambil sikap sebagai oposisi. Menjaga jarak dan terus konsolidasi untuk pesta demokrasi berikutnya.

Bagaimana sikap PATRI dalam menentukan pilihannya?

PATRI bukan parpol. Tapi ormas independen. Sehingga punya sikap politik sendiri, yang tidak bisa didekte oleh parpol. Tetapi secara individual warga PATRI bebas menentukan pilihan, dengan mengacu pada kesepakatan organisasi.

Untuk menentukan pilihannya, PATRI punya mekanisme sendiri. Diantaranya harus menunggu pengumuman resmi pasangan capres-cawapres dari KPU. Menurut informasi (KPU), pendaftaran dan pemilihan capres cawapres akan dilakukan lebih awal. Yaitu,  pendaftaran pada 19 Oktober 2023 – 25 November 2023. Sedangkan untuk pemilihan pada 14 Februari 2024.

Jika sudah diumumkan, maka Tim DPP akan mengundang para ketua/perwakilan DPD PATRI untuk bersama menentukan pilihan. Caranya dengan mengundang pasangan CAPRES-CAWAPRES atau Tim Resmi, untuk memaparkan programnya. Pertimbangannya sama seperti parpol idealis. Mengapa? Karena PATRI adalah ormas yang memperjuangkan Gerakan Nasional Transmigrasi sebagai visi dan misinya. Jika pasangan capres-cawapres itu dalam kampanye dan programnya ada menyuarakan ketransmigrasian, PATRI akan mendukungnya.

Dalam menganalisis elektabilitas pasangan capres-cawapres, PATRI akan mempertimbangkan cara parpol pragmatis. Bagi  pasangan yang berpeluang menang, PATRI sekuat tenaga harus dapat menitipkan aspirasi PATRI. Peran politikus warga PATRI sangat penting menyampaikan aspirasi Gerakan Nasional Transmigrasi kepada para pasangan CAPRES-CAWAPRES.

Semua mekanisme itu akan dilakukan pada forum RAPIMNAS atau Forum khusus. Biasanya RAPIMNAS dilakukan setelah didapat kepastian capres-cawapres resmi, atau menjelang PILPRES dan MUNAS. Agar saat mengundang pasangan CAPRES-CAWAPRES, statusnya calon resmi.  Untuk itu perlu ada Satgas Khusus. Satgas inilah yang diharapkan dapat akses langsung kepada pasangan CAPRES-CAWAPRES. Menjelaskan potensi PATRI, dan bagaimana  Warga PATRI menentukan pilihannya.

Insya Allah,  setidaknya, 20 juta suara warga trans akan bisa merubah keadaan. Kita tunggu saja, sambil terus ikhtiar dan berdoa. Semoga Allah memberikan yang terbaik.

PATRI, Rumah Perekat Bangsa.

(Penulis adalah Ketua Umum DPP PATRI dan Anggota Dewan Pakar PKMS).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan