Nofel Saleh Hilabi: Golkar Kota Bekasi Harus Bersatu, Jadi Garda Terdepan Mengantar Airlangga Hartato Menjadi Presiden Di 2024

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Nofel Saleh Hilabi, sosok Pengusaha yang merupakan kandidat bakal Calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi yang sedang bertarung dalam Musyawarah Daerah (Musda) V untuk masa periode 2020-2025 memaparkan Visi dan Misinya.

“Visi saya, Bersama Kita Bisa. Dan Misi saya, Berperan Aktif dalam meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Kota Bekasi, khususnya dalam bidang Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan. Membumikan jiwa GOTONG ROYONG dan Tolong Menolong pada sesama. Mengakomodir dan menghimpun Aspirasi, Dukungan & Solideritas Masyarakat Kota Bekasi. Sosialisasi Kepemimpinan di Kota Bekasi,” ungkap Nofel kepada medialingkar.com, Senin (24/8/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam Visi-Misib saya nanti, sambung Nofel, akan ada peningkatkan Kesehatan, Pendidikan, Kesejahteraan, Perbaikan Sarana dan Prasarana serta para Komunitas di Kota Bekasi.

“1. Kesehatan: Bantuan & Dukungan Medis, Olah Raga & Senam akan saya tingkatkan. 2. Pendidikan; Meningkatkan Pendidikan Formal & Non Formal, Pendidikan Minat & Keterampilan Kerja, Beasiswa & Subsidi Silang, Taman Bacaan & Event, Pembinaan Mental & Kerohanian. 3. Kesejahteraan; Membangun UMKM, Mendirikan Koperasi, Penyediaan Lapangan Kerja, Bantuan Pangan. 4. Perbaikan Sarana dan Prasarana, seperti, Bedah Rumah, Perbaikan Jalan Warga, Normalisasi Saluran Air, Spot Rekreasi dan Hiburan. 5. Komunitas; meningkatkan Komunitas Lingkungan Hidup, Komunitas Seni & Budaya, Komunitas Pecinta Hewan Peliharaan, Komunitas Sepeda & Motor, Rumah Aspirasi,” terang Nofel.

Nama Nofel Saleh Hilabi, sambungnya, N = Nasionalis dalam arti ‘Cinta Tanah Air’. S = Sosial, bisa kita artikan ‘Suka Memperhatikan Kepentingan Masyarakat Umum’. H = Humanis yakni ‘Orang yang Mendambakan, Mengabdikan dan Memperjuangkan terwujudnya Kepentingan hidup Masyarakat yang lebih baik, berdasarkan asas Perikemanusiaan.

Disinggung soal terjadinya pengunduran Musyawarah Daerah, Nofel menjawab kebijakan DPP itu sudah tepat.

“Karena diketahui banyaknya polemik-polemik yang terjadi didalam internal Partai Golkar Kota Bekasi. Polemik ini timbul dimasa lalu saat menjelang Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang tidak pernah diselesaikan. Mungkin hal itu terjadi karena komitmen-komitmen yang sudah dijanjikan terabaikan atau mungkin karena kelupaan atau juga mungkin dilupakan. Jadi ini akhirnya menjadi dampak besar bagi Partai Golkar Kota Bekasi. Makanya, penundaan Musda menurut saya adalah bukti bahwa DPP Partai Golkar ingin bersih-bersih dari hal-hal yang kiranya merugikan Partai Golkar Kota Bekasi seperti embel-embel yang lama,” paparnya.

Karena embel-embel yang lama ini, kata Nofel, membawa dampak terhadap sekarang yang kurang baik karena rumah Golkar yang menjadi naungan selama ini tidak jelas dan tidak memiliki kepastian.

“Sehingga, dari penundaan ini harus menjadi momentum untuk sadar diri dan mengarahkan ke periode masa lalu untuk bersikap legowo, karena melihat persoalan yang cukup lama dari 2004 sampai dengan saat ini tahun 2020 belum juga selesai,” paparnya.

Menurut Nofel, ini semua menjadi Pekerjaan Rumah (PR) saya dan kedepannya adalah saya akan melakukan komunikasi dengan internal Partai Golkar dan insya Allah bisa mencari solusi dalam persoalan ini dan Alhamdulillah saat ini saya sudah mendapatkan titik temu dalam persoalan ini.

“Jika saya terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi saya akan segera menyelesaikan dan menetapkan kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi tetap ditempat yang sama dan tidak akan pindah kemana-mana,” ujarnya.

Terkait adanya aksi saling lapor-melapor antara bakal Calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi menurut Novel akan mengambil langkah yang baik.

“Partai Golkar itu satu dan Partai Golkar itu melambangkan persatuan dan kita mengamalkan Pancasila yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Yang jelas perbedaan pendapat adalah hal yang wajar didalam internal Partai Golkar, tetapi pada saat Ketua DPD Partai Golkar itu sudah terpilih siapapun pemimpinnya harus bersatu dan harus legowo dan harus bisa mengakomodir semua kepentingan tanpa terkecuali,” tegasnya.

Novel pun berharap Partai Golkar tidak boleh pecah, Golkar harus bersatu, bersama kita bisa, kalau kita mau besar kita harus bersama bergandengan tangan tidak ada kubu-kubuan didalam Partai Golkar yang ada adalah Partai Golkar milik kita semua.

“Jadi kita harus bersatu untuk membesarkan Partai Golkar demi Partai Golkar menang karena kita akan dihadapi dengan adanya Pilkada,Pileg dan Pilpres yang mana Partai Golkar Insya Allloh harus bisa memenangkan Pilpres dan menjadikan Ketua Umum Airlangga Hartato menjadi Presiden di tahun 2024 dan itu adalah Golnya Partai Golkar khususnya Kota Bekasi akan menjadi garda terdepan dan mendulang suara terbesar untuk memenangkan Partai Golkar dan juga Presiden Erlangga Hartato di tahun 2024,” imbuhnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan