Mumamad Fauzi ,Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 Dan Mengingatkan Bangsa Atas Tokoh Revolusioner Indonesia Ir. Soekarno

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA- Kelam sudah masa lampau atas penjajahan kolonial di bawah komando Belanda, Jepang dan atas komando sekutu. Indonesia hampir tiga setengah abad terjajah atas kepentingan ekonomi politik sekutu, sehingga Rakyat Indonesia di bawah tekanan penjajah dengan derita kemiskinan, kerja rodi, kerja romusa, tanam paksa, korban perkosaan perbudakan perempuan, hingga kematian jutaan manusia Indonesia.

Muhamad Fauzi Wakil Ketua Bidang Kemaritiman DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi menjelaskan, bahwa 1 Juni 2020 sebagai ungkapan rasa bersyukur dan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemimpin Revolusi Ir. Soekarno, Moch.Hatta, dan seluruh pejuang Republik Indonesia. 1 Juni 1945 adalah titik dimana para pendiri Bangsa dan Negara menciptakan tatanan sistem ketatanegaraan serta Philosofiche Grondslag daripada Indonesia merdeka.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Perjuangan tiada henti atas penjajahan kolonial Belanda, Jepang, dan sekutunya membuat Rakyat bersatu melakukan pergerakan kemerdekaan Indonesia secara mutlak dan diakui dimata Dunia. Bung Karno sebagai tokoh Revolusi mampu menyatukan bangsa atas kepulauan yang berbeda-beda unsur-unsur budaya, adat, corak sosial, begitupun soal keagamaan.

Pancasila sebagai paradigma philosofis tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sudah jelas atas berbeda-bedanya agama semua tokoh pejuang kemerdekaan menjelaskan bahwa kita bangsa yang berTuhan, bahwa bangsa Indonesia memiliki moral dan kemanusiaan , bahwa bangsa Indonesia bersatu dari Sabang sampai Merauke, bahwa bangsa atau Rakyat Indonesia hidup bernegara dan terpimpin “Keterwakilan Rakyat dalam bernegara”, bahwa bangsa Indonesia sebagai Social Justice dengan kemererataan.

Hari lahir Pancasila, yang lebih penting esensi Pancasila itu sendiri. Di dalam pidato 1 Juni, Bung Karno menyebut Pancasila itu dengan istilah philosophische gronslag (dasar filsafat) dan weltanschauung (pandangan hidup).Filsafat berkonotasi sebagai pemikiran saintifik dan rasional dengan validitas universalnya. Pandangan hidup berkonotasi sebagai pandangan yang relatif lebih personal, eksistensial dimata dunia luar, dan historis. Untuk menjadi pandangan hidup, pemikiran filsafat harus dijadikan sikap dan pendirian hidup orang/komunitas dan digunakan sebagai prinsip Gotong Royong sebuah bangsa.

Menjadikan 1 Juni  1945 sebagai Hari Lahir Pancasila tidak boleh menambah seremonial pepesan kosong. Ini harus menjadi momentum memperkuat komitmen bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sungguh-sungguh menjadi falsafah dan pendirian hidup bangsa. Hanya dengan cara itulah, kesaktian Pancasila bisa terbukti.

Hari lahir Pancasila bagi saya bukan hanya sekedar merayakan dengan hingar-bingar, pesta-pesta saya lebih bercermin atas Perjuangan para pejuang dimasa lampau/Kontemplasi diri dan rasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang telah mengabulkan para pejuang yang tulus ikhlas memperjuangkan rakyat dari belenggu penjajahan sehingga Rakyat bersatu bersama tokoh Revolusi melawan penjajah sampai terbentuknya sebuah dasar Negara. Selanjutnya kita harus tetap optimis dalam perjuangan rakyat baik diperkotaan, perdesaan semata-mata kita akan tetap bumikan prinsip Pancasila melalui tindakan. Saya yakin Indonesia akan menjadi bangsa mandiri dan berdikari disegala bidang. “Ungkap Fauzi”.

Terimakasih Bpk Ir.Soekarno, Bpk Moch Hatta dan seluruh pejuang Kemerdekaan, semoga Allah SWT memberikan “Syurga Abadi” untukmu pejuang. Amin Ya Rabbal Alamin.

Terakhir kata, Saya mengucapkan “Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020″ Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya” Merdeka…Merdeka…Merdeka Seutuhnya. “Tutup pembicaraan Wakil Ketua Bidang Kemaritiman”.

(Goez)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan