Minimnya Sarana Prasana Medis, Dr. Janet: RSUD Type D Pondok Gede Kurang Memenuhi Standard Akreditasi Rumah Sakit

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Dr. Janet Aprilia Stanzah, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi mengatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Type D yang berlokasi di Jl. Raya Jatiwaringin No.130, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat belum layak beroperasi sebagai RSUD karena masih banyak kekurangan sarana-prasarana medis.

Hal itu, kata Politikus asal PDI Perjuangan tersebut seperti yang tertuang dalam PMK Nomor 56 Tahun 2014 Pasal 57 Ayat 2 yang menjelaskan bahwa Peralatan Rumah Sakit Umum Kelas D harus memenuhi standar
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peralatan sebagaimana dimaksud paling sedikit terdiri dari peralatan medis untuk instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, rawat intensif, rawat operasi, persalinan, radiologi,
laboratorium klinik, pelayanan darah, rehabilitasi medik, farmasi, instalasi gizi, dan kamar jenazah. Dan hal ini tidak dapat dipisahkan dengan peraturan Menteri Kesehatan

Bacaan Lainnya

banner 300250

“RSUD yang diresmikan oleh Walikota Bekasi sejak Agustus 2019 namun saat ini belum bisa beroperasional dengan baik dan itu hampir setahun ini yang disebabkan sangat minimnya peralatan medis maupun dari struktur bangunan yang masih banyak kebocoran disana-sini serta kurang memenuhi standard-standard sesuai dengan Akreditasi Rumah Sakit,” papar Janet kepada medialingkar.com Sabtu (27/6/2020).

Dr. Janet menambahkan, minimnya sarana-prasarana medis seperti belum tersedianya alat Rontgent, bahkan perlengkapan Kamar Operasi membuat Rumah Sakit ini masih harus merujuk pasien untuk melakukan operasi di Rumah Sakit Swasta terdekat, bahkan untuk melakukan pembersihan luka akibat Diabetes saja RSUD Type D Pondok Gede harus merujuk pasiennya ke RS Swasta terdekat karena belum beroperasinya ruang Operasi (Ruang OK) yang steril di RS ini.

“RSUD Type D Pondok Gede ini memberlakukan layanan kesehatan gratis bagi warga yang ber KTP Bekasi, namun karena sarana dan prasarana yang tidak memenuhi standard, maka RSUD ini tidak bisa bekerja sama dengan BPJS dan tidak bisa memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga DKI yang tinggal diperbatasan Jakarta – Kota Bekasi ini.

Untuk itu, saya menghimbau kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk segera mengunjungi RSUD Type D Pondok Gede ini yang memang harus menjadi perhatian Khusus oleh Pemerintah,” imbuhnya.

Keberadaan RSUD Type D Pondok Gede yang lokasinya sangat strategis tersebut, kata Janet, berada diperbatasan Kota Bekasi dan DKI ini tentu sangat diharapkan dapat beroperasional dengan baik bagi warga Pondok Gede dan Pondok Melati mengingat jarak yang sangat terjangkau bagi warga sekitar dibandingkan harus berobat ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.

“Beroperasionalnya RSUD Type D Pondok Gede diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pasien yang berobat di RSUD Chasbullah, sehingga semua warga masyarakat Kota Bekasi yang tidak mampu khususnya, tidak ada yang ditolak karena alasan ruangan penuh penuh namun dapat terlayani kesehatannya dengan baik,” imbuhnya.

(Yudhi)

Dr.Janet mendampingi pasien
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan