Mediasi Polemik Jual-beli Asset Gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi Ditolak, Sekarang Persiapan Eksekusi!!!

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – “Kamis, 23 Juli 2020 kemarin keterangan saksi dari saya dan Heri Suko Martono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi diminta keterangan oleh Penyidik Polda Metro Jaya. Mungkin Minggu depan, akan dipanggil saudara Ikbal Daud, yang dari DPD Golkar sebagai Ketua Tim Asset, kemudian Hadi Sunaryo yang mantan Lawyer saya juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dan kini kita tinggal eksekusi Gedung tersebut,” papar Andy Salim kepada medialingkar com, Sabtu (25/7/2020) malam.

Seperti diketahui, Lewat Tanda Bukti Laporan Nomor: TBL/388/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tertanggal 06 Juli 2020, Drs. Andy Siswanto Salim telah melaporkan Rahmat Effendi, Abdul Hadi, Nirwana Fauzi, Abdul Manan perihal Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Memberikan Keterangan Palsu Dalam Akte Otentik.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Andy Salim selaku pelapor mengukapkan bahwa Kamis, 23 Juli 2020 kemarin dirinya bersama Heri Suko Martono telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya.

“Kamis, 23 Juli 2020 kemarin keterangan saksi dari saya dan Heri Suko Martono yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi diminta keterangan oleh Penyidik Polda Metro Jaya. Mungkin Minggu depan, akan dipanggil saudara Ikbal Daud, yang dari DPD Golkar sebagai Ketua Tim Asset, kemudian Hadi Sunaryo yang mantan Lawyer saya juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” papar Andy Salim kepada medialingkar.com, Sabtu (25/7/2020) malam.

Yang pasti, sambung Andy Salim, saat ini proses sedang berjalan. Keterangan dari para saksi-saksi sudah diambil oleh Tim Penyidik Polda Metro Jaya.

“Saksi itu ada empat orang dan yang dilaporkan juga ada empat orang, semua Pejabat dan Mantan Pejabat DPD Partai Golkar Kota Bekasi. Kalau saya berani melaporkan, berani maju, tentunya saya punya bukti-bukti yang kuat. Hal itu terbukti karena Laporan saya sedang berjalan. Mungkin Minggu depan keterangan Saksi sudah selesai dan Minggu berikutnya baru keterangan si Pelapor. Sekarang ini baru dua saksi yang sudah dimintai keterangan, berarti masih tiga orang saksi lagi,” ungkap Andy.

Disinggung soal Pelaporan Rahmat Effendi yang mana saat ini sedang menjabat berbagai Wali Kota Bekasi, apakah nantinya Polda harus mendapatkan izin dari Gubernur Jawa Barat untuk Pemanggilan Rahmat Effendi, Andy Salim menjawab, iya betul.

“Menurut aturan memang harus dilakukan seperti itu. Artinya tentunya mereka (pihak Polda – red) sudah taulah, biarkan itu urusan Polda. Jangan kata seorang Wali Kota, Gubernur saja bisa dipanggil. Kalau berbuat salah ya mereka harus bertanggungjawab untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Andy pun menyampaikan harapannya bahwa saya melakukan hal ini bentuk dari Klimaksnya diri saya yang mana di janji-janjikan dan dikecilkan.

“Beritahu-tahun saya sabar, saya dipermainkan oleh mereka, saya diberikan janji-janji manis, diberikan harapan-harapan palsu, ini merupakan sudah klimaksnya saya. Sampai saya seruduk kantor Golkar Kota Bekasi itu bukan tanpa alasan. Saya berani seruduk bukan karena saya lupa minum obat, tapi saya hanya minta hak saya dan akan saya lawan Kedzoliman,” tegas Andy.

Saya hanya ingin membuka mata semua orang, lanjut Andy, supaya mereka bisa melihat bahwa perlunya sebuah integritas dari pribadi seseorang apalagi orang tersebut sosok figur pemimpin.

“Agar mereka bisa menilai sendiri bahwa Ketua DPD yang selama ini kita suport, yang selama ini kita dukung, ternyata di mata dia semua tidak bermanfaat. Dimata beliau, semua orang baik, orang yang mendukung dia, tidak ada gunanya,” papat Andy dengan nada kesal.

Ditanya perihal akan adanya Mediasi yang bakal dilakukan pihak Polda Metro Jaya pasca semua usai dimintai keterangan apa yang akan dilakukan, dengan tegas Andy mengatakan sekarang ini di Pengadilan dalam satu Bulan terakhir dua kali saya datang sendiri ke Pengadilan saya tolak, saya tidak perlu negosiasi, saya tidak mau adanya Mediasi.

“Sekarang saya hanya nuntut hak syat, dan di Polda nanti pun sikap saya akan sama. Saya tidak pernah akan terima mediasi, negosiasi. Sekali lagi saya katakan, saya hanya menuntut hak saya. Kalau mereka punya keinginan baik, sebetulnya sudah lama ini bisa diselesaikan. 15-16 Tahun saya menunggu. Saya berharap statement saya ini bisa diterima oleh semua orang. Saya tidak ada intens kepentingan Politik. Kalau ada yang nanya kepana baru sekarang Bang Andy begini, mendekati Musda Golkar? Dulu saat Pilkada Kota Bekasi 2018 saya sudah mengalah, ehh malah saya dilaporkan ke Pengadilan yang mana di Pengadilan saya sudah memiliki kekuatan Hukum Ingkrah,” pungkasnya.

Sayang, saat coba dikonfirmasi lewat telpon seluler, Heri Suko Martono, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi hingga berita ini dimuat dirinya belum bisa dimintai keterangannya.(YD)

Andy Salim saat memberikan kesaksian diPolda Metro Jaya kamis kemarin
banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan