Massa Aksi PERISAI Seruduk Gedung Kejaksaan, DPRD Dan Pemkot Bekasi Menyikapi Polemik Revitalisasi Pasar

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Pemuda yang tergabung dalam Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) Pengurus Cabang Bekasi Raya melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik, yakni didepan Gedung Kejaksaan Negeri, Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi terkait Revitalisasi Pasar, Rabu (7/10/2020) siang.

Ketua Pengurus Cabang Perisia Bekasi Raya, Rusman menyampaikan bahwa penegak hukum yaitu Kejaksaan dan Polres Metro Kota Bekasi harus segera membentuk tim Indipenden untuk melakukan investigasi pada proses pelelangan Revitalisasi Pasar Tradisional di Kota Bekasi yang diduga melakukan praktek suap dan tidak melaksanakan rekomendasi Pansus 38 DPRD Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Hari ini kami melihat ada keganjalan dalam proses pelelangan Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi, dalam rekomendasi Pansus 38 pengkajian berkas dan melibatkan Kejaksaan dalam proses pelelangan untuk mengeluarkan Legal Opinion (LO) dan Legal Asistance (LA). Akan tetapi, hari ini kami melihat proses penetapan pemenang lelang tersebut tidak melibatkan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Sehingga kami melihat adanya Mal Administra dan Dugaan Praktek Suap di dalam proses tersebut. Maka dari itu, kami meminta penegak hukum yaitu Kejaksaan dan Polres Kota Bekasi segera membentuk tim indipenden untuk segera melakukan infestigasi pada proses pelelangan Revitalisasi Pasar Kota Bekasi,” tegas Rusman.

Setelah menyampaikan aspirasi didepan Gedung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, puluhan massa Perisia Bekasi Raya melanjutkan aksinya didepan Gedung DPRD Kota Bekasi. Dalam aksi tersebut, Rusman selaku Ketua Perisia Bekasi Raya menaiki pagar DPRD Kota Bekasi dan menyampaikan orasinya.

Dalam orasi tersebut, Rusman menyampaikan DPRD Kota Bekasi segera membentuk Pansus Baru terkait Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi.

“Kami meminta kepada Ketua DPRD Kota Bekasi untuk segera membetuk Panitia Khusus (Pansus) baru terkait Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi, dan segera memanggil panitia lelang untuk menindak mal administrasi tersebut,” paparnya.

Tidak sampai disitu, Rusman berserta massa aksi melanjutkan orasinya didepan kantor Pemerintah Kota Bekasi dan di sambut oleh Romi, Kabid Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Mereka melanjutkan dalam ruangan untuk menyampaikan keganjalan dalam proses pelelangan Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi.

“Jadi, jika apa yang menjadi tuntutan kami tidak direalisasikan secepatnya, maka kami akan melanjutkan aksinya Minggu depan didepan Gedung Kejagung RI dan KPK,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan antara massa aksi dengan pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kota Bekasi, salah satu Pengurus Perisia Bekasi Raya, Zul menyampaikan bahwa kepada Pak Kabid kalau didalam rekomendasi Pansus 38 tentang Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi harus melibatkan Kejaksaan untuk mendapatkan LA sebelum pelelangan di mulai.

“Dalam proses pelelangan Revitalisasi Pasar di Kota Bekasi harus memiliki LA dan LO sesuai dengan rekomendasi Pansus 38 sebelum penetapan pemenang lelang. Ketika Pansus 38 tidak dijalankan maka penetapan lelang tersebut terjadi sebuah Mal Administrasi. Sudah seharusnya Perusahaan pemenang lelang untuk Revitalisasi Pasar yang hari ini masih belum melengkapi administrasinya untuk segera dihentikan Revitalisasi tersebut dan di segel,” ungkap Zul.

Zul menyampaikan kalau komentnya dibalas oleh Pak Romi selaku Kabid, yang mengatakan bahwasanya mereka masi baru dan akan di rapatkan terkait apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan Perisai.

“Panitia lelang revitalisasi pasar dilaksanakan oleh ULP, dan kami pun masi baru disini. Kami akan menyampaikan aspirasi kawan-kawan diketika rapat dengan Kepala Dinas, ucap Pak Romi,” terang Zul.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan