Lurah Bojong Menteng Membantah Adanya Isu Pemotongan Honorarium Petugas Piket

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Hasan S, Lurah Bojong Menteng turut membantah atas isu adanya pemotongan honorarium petugas petugas piket PSBB dan Penanganan Covid-19 di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Jelas saya membantah rumor pemotongan honor petugas piket, karena itu tidak benar adanya. Bicara soal yang katanya saling lempar tanggungjawab antara Kelurahan dengan Kecamatan, saat itu saya mendapat kabar lewat WA dari salah seorang staff keuangan, saya bilang Alhamdulillah pak ini rejeki Pamor. Karena honor tersebut akan sangat berarti buat mereka yang sedang bertugas dilapangan. Jadi bukan lempar tanggungjawab. Gak mungkin gak ada asap kalau tidak ada api,” terang Hasan kepada medialingkar.com saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (12/5/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Disinggung soal berapa total petugas piket staff Kelurahan Bojong Menteng yang berjaga di Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Penanganan Covid-19, Hasan menerangkan bahwa ada 19 petugas dari internal Kelurahan Pembatasan Bojong Menteng baik dari kalangan ASN maupun TKK.

“Kalau di Kelurahan Bojong Menteng sehari Rp 100.000 selama 14 hari bertugas yang didapatkan oleh petugas piket, dan itu belum dipotong pajak penghasilan (PPH 21). Namun terkait pemotongan, yang dapat itukan 13 orang, jadi di ambilin TKK itukan total ada 19 orang, jadi hasilnya itu dibagi rata semua ke TKK biar semua ikut ngerasain terutama ya Pamor-pamor yang senior. Pas pencarian itu Rp 665.000 lalu setelah diambil dan dipotong menjadi Rp 450.000-an perkepala. Dan ini prosesnya dua kali pencairan,” ujar Hasan.

Hasan pun menyampaikan harapannya kepada seluruh staff Kelurahan Bojong Menteng bisa bekerjasama dengan baik, tetap semangat didalam menjalankan tugas dan kewajiban.

“Imbuan buat masyarakat, kami para jajaran Kelurahan saya rasa sudah cukup melakukan sosialisasi siang dan malam, berbagai informasi terkait penanganan dan penanggulangan wabah Pandemi Covid-19 juga kita berikan. Jadi kita harapkan tingkat kepatuhan masyarakat agar mata rantai Covid-19 ini benar-benar segera berakhir. Kalau keluar rumah jangan lupa memakai masker, rajin mencuci tangan dent sabun, hindari kumpul-kumpul massa, dan intinya selalu mengikuti anjuran yang dikeluarkan oleh Pemerintah,” imbuhnya.

Hasan menerangkan, di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu ini memiliki RW sebanyak 13 RW, untuk RT ada 79 RT.

Ditanya soal Bansos, baik dari Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Sosial, Hasan menjelaskan kalau dari Pemkot Bekasi saat ini sudah memasuki tahap ketujuh malah mau masuk tahap kedelapan yang sedang dalam proses pengepakan.

“Kalau untuk Bansos dari Pemprov Jabar, di kita itu langsung datang ke RW dan itu sudah berjalan namun baru separuh. Kalau untuk dari Pusat baru tahap komunikasi kemarin. Kalau nantinya ada barang turun, dia itu akan ngebel (berkomunikasi) dengan RW atau Pamor Kelurahan jadi kami harus siap-siap karena datangnya bisa malam, siang atau bisa tengah malam malah. Nanunt untuk Bansos Pusat sampai hari ini di kita belum dapat. Baru dari Bantuan Provinsi yang didapat itupun baru setengah wilayah,” papar Hasan.

Hasan menyampaikan harapannya kepada Pemerintah agar lebih memperhatikan lagi masyarakat, khususnya warga yang paling bawah, masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Sebab, data Bansos ini terkadang tidak singkron dengan data Kelurahan. Jadi semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan wabah Covid-19 ini segera berakhir,” pungkasnya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa rumor adanya pemotongan honorarium staff petugas piket tidak hanya disebut-sebut terjadi di Satpol-PP Kota Bekasi, namun juga di isukan terjadi di Kelurahan dan Kecamatan. Dan hal ini menjadi perbincangan hangat dikalangan publik.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan