Lewat Aksi Sosial, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Jawa Barat Membagikan Jamu Buat Imun Anti Covid-19

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Erna Setiyawati SE, S.Ag.Kes, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Jawa Barat mengatakan aksi sosial yang kita lakukan dengan membagi-bagikan jamu bentuk kepedulian kita akan penyebarah wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19.

“Aksi sosial lewat pembagian jamu yang kita lakukan ini sebenarnya keseluruhan lapisan masyarakat, tapi terfokus kepada Aparatur Kepemerintahan maupun Swasta yang mereka masih aktif bekerja. Jadi mau tidak mau jamu yang kapasitasnya sebagai imun daya tahan tubuh kita bagikan seperti kayak Aparat TNI, Koramil, Batalion, Satpol-PP, Security, teman-teman Driver Ojol, kemudian masjid-masjid yang masih beroperasional. Dan kita sampai kerumah-rumah warga langsung, door to door,” terang Erna Setiyawati kepada MEDIA LINGKAR INDONESIA, Senin (30/3).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Erna Setiyawati yang juga selaku Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan Daun Mas Media Husada serta Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Paricara Usada Indonesia (PPUIN) mengungkapkan bahwa aksi sosial yang dilakukan tidak hanya diwilayah Kota Bekasi, tapi juga DKI, Depok, Banduy, Garut, malah kemarin kita ada ngirim ke Kalimantan.

“Intinya, mereka yang saat ini masih aktif menjadi garda terdepan untuk pengamanan, edukasi kemasyarakat kita berikan jamu agar imun daya tahan tubuhnya tetap terjaga. Tidak hanya bagi-bagi jamu saja, kita juga mengedukasi ke masyarakat, kayak kondisi saat inikan sudah harus lockdown atau sosial distancing, kayak mesjid-mesjid yang masih ada beroperasional kemudian kita mengedukasi ke mereka terkait cara-cara pencegahan Covid-19 ini. Mereky harus melakukan Physical Distancing, sekaligus cara pola hidup bersihnya. Dan kita sertai pembagian jamu untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya,” ujar Erna.

Disinggung soal jika ada masyarakat yang bermio ingin mengkonsumsi jamu tersebut, Erna menjelaskan, disitu kita kasih informasi kantor kesekretariatan, jadi bisa nelpon. Atau mereka bisa membeli ke Anggota GP Jamu, atau ke toko-toko herbal yang menyediakan bahan baku, atau mereka yang punya tanaman dirumahnya bisa memanfaatkan tanaman yang ada dirumahnya. Karena ini bahannya gampang, didapur sebenarnya juga tersedia.

“Yang jadi kendala adalah misalnya mereka ingin membeli jahe yang harus ke Pasar, tapi sebagian besar Anggota GP Jamu Jawa Barat ini punya produk untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Minum jamu itu sebenarnya gampang, seperti yang di minum oleh Bapak Jokowi. Untuk bahan-bahannya, seperti Temulawak, Kunyit, Jahe, Serai, Kayumanis, Cengkeh,¬†itu salah sebagai bahan baku yang diminum Pak Jokowi,” ujar Erna.

Kalau di kita, sambung Erna, ada tambahan sesuai dari Kemenkes, Balai Penelitian Tanaman Obat, seperti Pegaga, Meniran, kayak Meniran itukan tumbuhan liar, biasa tumbuh di Pot-pot tanaman sebagai Gulma, yang ternyata bisa bermanfaat. Intinya kita menstimulan mereka ayolah minum jamu, yang mana mengkonsumsi jamu itu sangat bermanfaat untuk daya tahan tubuh. Yang bahan mudah didapat dan proses pembuatannya juga sebenarnya mudah.

Erna Setiyawati pun berharap sekaligus berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya warga Kota Bekasi ketika masyarakat sudah mengenal jamu mereka lebih peduli terhadap kesehatannya bahwa jamu itu tidak hanya baik dikonsumsi pada momen-momen tertentu itu tetapi bisa dikonsumsi untuk harian dalam upaya menjaga kesehatannya, khususnya imun kekebalan daya tahan tubuh.

“Ya tentunya imbauan kepada masyarakat mengkonsumsi jamu itu tetap prioritas yang utama yang tetap harus berdampingan dengan pola makannya kemudian menjaga kebersihannya, pola pikir, pola gerak dalam arti berolahraga, jadi semua tetap harus disinergi dan berkolaborasi,” imbuhnya.

Masyarakat, kata Erna, juga harus dapat memahami bahwa obat tradisional sangat besar manfaatnya, jamu itu aman untuk dikonsumsi yang tentunya harus kita jaga dan kita lestarikan.

“Ingat, segelas jamu yang kita minum, sudah mampu membuat bumi Pertiwi tersenyum,” pungkas Erna Setiyawati.

(Yudhi)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan