Kota Bekasi Zona Hijau, Kata Ahli Wabah : Jangan Percaya Dulu Jika Tidak Saintifik!!!

  • Whatsapp

MEDIA LINGKAR INDONESIA– Ahli wabah Universitas Indonesia, Pandu Riono meminta masyarakat untuk tidak mempercayai klaim dari Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang menyebut bahwa 92 persen wilayahnya sudah masuk ke zona hijau penyebaran virus corona.

Bahkan dirinya yakin di minggu-minggu yang akan datang, zona kuning akan menurun menjadi lima persen yang berarti 95 persen wilayah di Kota Bekasi akan menjadi zona hijau.

Bacaan Lainnya

“Kita prediksi di minggu depan ini mudah-mudahan turun lagi menjadi lima persen,” kata Wali Kota Bekasi itu, Selasa, 23 Maret 2021.

Namun ahli wabah, Pandu Riono justru meminta masyarakat tidak mempercayai hal tersebut karena tidak ada istilah zona hijau atau zona bebas penularan.

“Tidak ada istilah zona hijau atau zona risiko rendah atau zona bebas penularan,” ucap Pandu Riono.

Tidak ada istilah zona hijau atau zona risiko rendah atau zona bebas penularan. Pandemi belum terkendali, jangan percaya dengan istilah Zona yg digagas Satgas Covid-19, tidak berbasis saintifik.

Dirinya menegaskan bahwa hingga saat ini pandemi virus corona belum bisa dikendalikan dan meminta masyarakat tidak percaya dengan istilah-istilah semacam itu.

Karena menurutnya, istilah zona hijau, kuning, dan lain sebagainya tidak berdasarkan pendekatan saintifik.

“Jangan percaya dengan istilah Zona yg digagas Satgas Covid-19, tidak berbasis saintifik,” tutup Pandu Riono.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi itu melaporkan bahwa data yang diperolehnya tersebut berdasarkan wilayah tingkat RT.

Di Kota Bekasi, ada 7.086 RT, adapun kasus aktif sekarang, menurut dia, menyebar di 540 RT. Dikutip dari situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus aktif ada 986.

“Lima persen dari 7000-an RT berarti sekitar 350 RT,” kata Rahmat Effendi.

Melihat kondisi ini, pemerintah daerah usai menggelar pertemuan dengan berbagai instansi yang berkompeten, memutuskan untuk membuka sekolah atau pembelajaran tatap muka secara terbatas.

Pada tahap pertama, ada 110 sekolah tingkat dasar dan menengah pertama.

“92 persen zona hijau itu, berarti di RT itu sudah tidak ada kasus,” ujar Rahmat Effendi.

Pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi pun hingga saat ini masih terbatas.

Setiap sekolah yang sudah diizinkan hanya boleh membuka tiga kelas, kapasitasnya maksimal 16 siswa.

Pelaksanannya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sejak berangkat, tiba di sekolah, waktu pembelajaran sampai pulang.

“Kalau ada orang tua wali yang takut, ya enggak apa-apa, dia (siswanya) melalui daring saja, kami siapkan,” tutup Rahmat Effendi

Tinggalkan Balasan