Kota Bekasi Menerapkan Jam Malam, Pukul 23.00 WIB Warga Dilarang Berkeliaran

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Pemerintah Kota Bekasi tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, keputusan resmi ini disampaikan oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi usai menggelar rapat evaluasi bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin (14/9/2020) lalu.

Dalam keputusannya, Wali Kota mengatakan bahwa Pemkot Bekasi tetap meneruskan kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) masyarakat produktif aman Covid-19, hanya saja ada evaluasi yaitu dengan membatasi aktivitas warga sampai pukul 23.00 WIB.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kita evaluasi adanya jam kegiatan hingga pukul 23.00 WIB,” kata Rahmat kepada wartawan di Stadion Patriot.

Wali Kota pun menjelaskan bahwa dalam kebijakan ATHB masyarakat produktif aman Covid-19 telah terdapat beberapa poin penting.

Misalnya adalah dengan membentuk RW Siaga di 56 Kelurahan dari 12 Kecamatan, menurutnya penerapan PSBB secara mikro sudah dilakukan jauh jauh hari oleh Pemkot Bekasi, namun belum ada batasan waktu kegiatan karenanya Pemkot Bekasi akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Di dalamnya mengatur pembatasan jam operasional toko, mall, atau pusat kegiatan masyarakat hingga pukul 23.00 WIB, pihaknya tidak memutuskan untuk melaksanakan PSBB total lantaran mengacu dgn beberapa pertimbangan yang diantaranya ekonomi masyarakat serta kabar yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memfasilitasi pemanfaatan hotel dan rumah sakit untuk penanganan isolasi mandiri dan perawatan.

“Artinya pukul 23.00 WIB tidak ada lagi warga yang beraktivitas di luar rumah. ATHB ini kan untuk menanggulangi covid-19, namun tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat sehingga roda perekonomian terus berputar,” ujar dia.

Saat ini, sambung Rahmat, pemerintah memperketat pendataan pada warga yang tiba dari luar kota atau setelah bepergian dari luar kota, melacak warga dengan keluhan kesehatan setelah bepergian, hingga mengawasi isolasi mandiri yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah.

Ia menyampaikan bahwa dalam satu hari jumlah sampel yang diambil mencapai 200-300 sampel menggunakan metode rapid untuk melakukan tracing, memasuki pertengahan bulan September ini, jumlah klaster keluarga masih menjadi perhatian yang mencapai 222 keluarga.

“Hingga kemarin kami terus melakukan tracing kepada 1.295 sampel pada lokasi RW terdampak, tepat yang berada di sekitar temuan kasus baru,” pungkasnya.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan