Korupsi Dana APBD TA 2017, Pejabat Esselon III Pemkot Bekasi Diduga Pimpin Tim Kecil Untuk Kondisikan Kasus Yang Tengah Ditangani Kejagung?

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Penyelidikan dugaan kasus korupsi dana APBD TA 2017 Kota Bekasi oleh Kejaksaan Agung dalam Skandal Mega Proyek Multiyear setelah sebelumnya beberapa pejabat dipanggil ke Gedung Bundar, berhembus kabar kalau saat ini pejabat Kota Bekasi melakukan gerilya dalam rangka mencegah kasus tersebut berkembang dari penyelidikan agar tidak naik ketahap penyidikan.

Sebab, apabila sampai tahap penyidikan, tentunya Kejaksaan Agung akan mentersangkakan minimal salah satu Pejabat Pemerintah Kota Bekasi yang otomatis akan menyeret ke berbagai pihak. Bentuk upaya gerilya agar kasus penyelidikan tersebut tidak berkembang. Hal ini disampaikan oleh Zainudin, mantan Aktivis Mahasiswa Bekasi yang yang juga selaku Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Grasi) Bekasi kepada medialingkar.com, Minggu (7/6/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Para pihak yang dimintai keterangan Kejagung semuanya sudah dibrifing oleh tim yang ditugaskan agar persoalan ini tidak berkembang. Kan aneh,” ujar Zaenudin yang juga selaku Pengamat Kebijakan Publik.

Zaenudin menjelaskan, bocoran yang didapat adapun pejabat yang tidak sempat di brifing oleh tim itu, mereka juga mengutus dan berusaha meyakinkan pejabat yang akan diperiksa Kejagung bahwasanya kasus tersebut tengah di urus oleh Tim yang tengah berusaha untuk mengawal kasus perampokan dana APBD agar tdak berkembang.

“Sebut saja inisial H, dia berusaha meyakinkan salah satu pejabat yang diperiksa Kejagung. Bahwa kasus ini tengah dikondisikan oleh N salah satu Pejabat Kota Bekasi yang mendapat mandat untuk melakukan pengkondisian kasus ini,” papar Zaenudin.

Adanya Tim yang ditugaskan untuk mengkondisikan kasus tersebut, sambung Zaenudin, hal ini akan memperlihatkan kredibilitas Korps Adhiyaksa dalam menangani perkara di Kota Bekasi.

“Kita lihat nanti, jika kasus ini berhenti dan hanya mengorbankan pejabat pejabat kecil, artinya Tim yang dipimpin oleh pejabat Eselon III untuk melakukan pengkondisian tersebut, artinya Tim itu berhasil, mengkondisikan kasus tersebut,” tegasnya.

Dengan adanya upaya pengkondisian kasus tersebut oleh sebuah Tim yang di pimpin oleh salah satu Pejabat Eselon III Pemkot Bekasi, lanjut Zaenudin, hal ini menurutnya akan menjadi ujian bagi Korps Adhiyaksa di masa kepemimpinn Jaksa Agung, ST. Burhanudin.

“Berjilid-jilid kasus bahkan berkali-kali ganti Kajari di Kota Bekasi berbagai kasus masuk dalam peti es. Adapun yang diproses paling setingkat pejabat kecil tidak pernah sampai di ungkap aktor intelektualnya. Nah sekarang Kejaksaan Agung loh, apakah kasus ini masuk peti es lagi dan hanya memproses pejabat kecil atau Kejagung berani dan mampu membongkar sampai aktor intelektualnya atau tidak? Jika berhasil sampai pada aktornya, Kejaksaan akan semakin mendapat kepercayaan dari rakyat ditengah situasi sekarang ini,” tandas Zaenudin seraya berharap agar pelaku Koruptor di Kota Bekasi dapat diberantas oleh Kejaksaan Agung RI.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan