Koordinator Satgas Lawan Covid-19 Jawa Barat Mengimbau Masyarakat Untuk Tidak Mudik

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Waras Wasisto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus selaku Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 Jawa Barat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mentaati larangan mudik yang sudah diatur dan ditetapkan oleh Pemerintah.

Hal tersebut sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah virus Corona atau Pandemi Covid-19 mejadi lebih luas ke daerah-daerah. Apalagi memasuki bulan Ramadhan, di Indonesia mudik sudah menjadi tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Mudik ini berbahaya dan Pemerintah sudah melarang. Maka, wajib kita mentaatinya dan tidak mudik demi kemaslahatan semua, bahkan juga kemaslahatan keluarga kita yang ada di kampung sana,” terang Waras, medialingkar.com, Selasa (28/4).

Mas Waras – sapaan akrabnya menambahkan, dengan patuh terhadap larangan Pemerintah, setidaknya menjadi upaya dukungan langkah Pemerintah untuk menghentikan penyebaran COVID-19 agar semakin cepat tuntas sehingga seluruh kegiatan dapat kembali berjalan normal.

“Apabila masyarakat nekat untuk mudik, bersar kemungkinan bahaya Covid-19 akan semakin lama dan sulit untuk dikendalikan penyebarannya.

Seperti yang kita ketahui bersama, kata Waras, penyebaran Pandemi Covid-19 ke daerah-daerah juga makin meningkat seiring dengan banyaknya perantau yang kembali kekampung halaman karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) di Kota-kota besar.

“Buktinya, dibeberapa Daerah yang tadinya tidak ada (kasus) Corona, sekarang terjadi penyebaran karena adanya pergerakan dari daerah-daerah Pusat, seperti Jabodetabek ke kampung-kampung melalui orang yang mudik. Jadi, kami mengharapkan masyarakat mengikuti anjuran Pemerintah untuk tidak mudik, karena dengan berkerumun atau tidak adanya jarak fisik bisa mempercepat penularan Covid-19,” imbuhnya.

Sekedar untuk diketahui, Pemerintah menerbitkan larangan pergerakan kendaraan dari daerah-daerah PSBB dan zona merah Covid-19 ke wilayah lain. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 yang ditandatangani Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan tertanggal 23 April 2020.

Aturan tersebut kemudian berdampak pada larangan kegiatan mudik bagi para perantau di Jabodetabek ke daerah karena dapat meningkatkan persebaran kasus COVID-19 kewilayah lain.

(Yudhi)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan