Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi, Suroso Menyerahkan Paket Sembako Kepada Para Tunanetra Dan Pekerja Seni Di Kota Bekasi

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA- Sabtu (6/6/2020).  Bekasi – Tim Relawan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi kembali mendistribusikan bantuan paket bantuan sembako diberbagai wilayah kecamatan di kota Bekasi. Bantuan paket sembako tersebut merupakan tahap kedua yang sebelumnya juga telah didistribusikan 990 paket sembako pada bulan Ramadhan 1441 Hijriah.

Menurut Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi, Suroso jelaskan melalui teleconference bersama awak Media Lingkar Indonesia, bahwa masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan.Pemberian paket bantuan dari Relawan Gugus Tugas Covid-19 ini juga merupakan upaya membantu Pemerintah Kota Bekasi dalam menyisir warga yang belum mendapatkan bantuan.

Bacaan Lainnya

banner 300250
Images : Suroso Relawan Covid19 memberikan paket sembako

Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama dengan Ketua RT, RW dan Komunitas yang ada di Kota Bekasi melakukan pendataan warga yang belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Sehingga seluruh warga Kota Bekasi yang memang membutuhkan bisa mendapa bantuan di masa pandemi Covid-19 ini.

“Sesuai amanat yang diberikan oleh Gugus Tugas Covid-19 untuk mendata dan memberikan bantuan kepada penduduk urban dan warga lokal yang belum terdata dan belum mendapat bantuan. Jadi total yang kami salurkan sebanyak 1877 paket sembako, yang terbagi menjadi 2 tahap” ujar Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi , Suroso, Sabtu (6/6/2020).

Suroso dan Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi memberikan paket bantuan kepada para Tunanetra. Tunanetra merupakan kelompok masyarakat yang sangat merasakan dampak dari wabah Covid-19. Mereka selama ini sehari-hari bekerja sebagai pemijat yang tentunya harus melakukan kontak langsung dengan pasien yang akan di pijat. Selama masa pandemi Covid-19 ini praktis tidak ada lagi pasien yang datang untuk di pijat, itu berarti tidak ada penghasilan yang bisa mereka dapatkan selama masa pandemi Covid-19.

Oleh karena itu Suroso menaruh perhatian serius kepada para tunanetra yang selama ini juga belum terdata dan belum menerima bantuan dari pihak manapun. Wahyu salah satu tunanetra yang membuka klinik pijat dirumahnya daerah Margahayu, Bekasi Timur adalah salah satu tunanetra yang merasakan dampak Covid-19.

“Jauh berkurang pasiennya. Mereka takut, saya juga takut. Sama-sama nggak berani,”ujar Wahyu yang mendapatkan bantuan dari relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi. ”Terima kasih kepada Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi yang sudah memberikan bantuan dan perhatiannya,” ucap Wahyu.

Selain itu, Wahyu juga mendoakan, agar Relawan Gugus Tugas Kota Bekasi sehat selalu dilindungi dari segala penyakit. Sebab jelas Wahyu, Relawan Gugus Tugas sebagai bagian dari garda terdepan perang melawan Covid-19.
Selain kepada para tunanetra, Relawan Gugus Tugas Kota Bekasi juga menyalurkan paket bantuan kepada para pekerja seni di Kota Bekasi.

“Pekerja Seni juga sangat terdampak oleh pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Tidak ada lagi pentas-pentas seni yang bisa diikuti, pameran serta panggung-panggung berhenti. Sanggar-sanggar harus terhenti beraktifitas”ujar Suroso.

Sarkeh, Ketua Forum Seniman Bekasi, mengucapkan terima kasih kepada Relawan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bekasi yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada para pekerja seni. Dan berharap semoga, wabah Covid-19 segera berakhir dan kita bisa beraktifitas seperti semula.

“semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, agar aktifitas bisa berjalan normal. Para pekerja seni bisa kembali berpameran, pentas di panggung-panggung dan melakukan aktifitas berkesenian lainnya di luar rumah.” Ujar sarkeh sebagai sebuah harapan.

(Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan