Kinerja Gak Becus, Petugas Kesehatan Test Swab Diusir Dari Gedung DPRD Kota Bekasi

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Dampak ketidakbecusan kinerja, dalam hal ini menjalankan program Rapid Test dan Test PCR dimana kehabisan Form Pendaftaran dan Obat Test Swab, tiga petugas Kesehatan diusir dari gedung DPRD, Jl. Chairil Anwar, Kel. Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jum’at (19/6/2020) pagi.

H. Safril, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Amanat Nasional mendukung langkah Ketua Komisi 1, Abdul Rozak yang menyuruh pulang (mengusir) para petugas medis yang tidak becus dalam bekerja.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Jadi kalau menurut pandangan saya, DPRD sudah meminta sebanyak 120 orang untuk menjalani test swab beserta para staff dan juga sopir (driver) tapi yang datang alat dan obatnya cuma 30. Wajar dong teman saya Ketua Komisi 1 marah dan emosi sedangkan waktunya jam 9 sampai jam 11 tapi beliau datang jam 10 sudah habis alatnya jadikan sudah keterlaluan,” tegas Safril kepada MATA PERS INDONESIA, Jum’at (19/6/2020).

Hal ini terjadi, sambung Safril, mencerminkan ketidaksiapan dari Dinas Kesehatan untuk melakukan program test swab di DPRD.

“Pelajaran juga bagi Kepala Dinasnya, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Harapan kita kedepannya, untuk kegiatan-kegiatan lain kali yang berkaitan dengan DPRD dan pelayanan terhadap DPRD dan berkomunikasi dengan DRPD, agar lebih matang lagi perencanaannya dan dapat menjalin komunikasi yang baik,” imbuhnya.

Disinggung soal apakah setuju jika dilakukan evaluasi di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dengan tegas Safril menjawab sangat setuju.

“Nanti akan kita ajukan ke Walikota untuk melakukan evaluasi di internal Dinas Kesehatan dengan kondisi saat ini. Kita pun terkadang sulit menjalin komunikasi dengan Kadinkes, dan jangankan saya, Anggota Dewan yang lain juga mengalami hal yang sama,” tegasnya.

Sayang, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pemerintah Kota Bekasi, Tanti Rohilawati belum bisa dimintai tanggapannya.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh H. Sopandi, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Gerindra yang juga meminta untuk dilakukan evaluasi di internal Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

“Ganti Kepala Dinas Kota Bekasi,” tegas Sopandi singkat.

Sesuai data yang didapat, Tertanggal 17 Juni 2020, Nomor: 170/1796/DPRD.FPP, Sifat: Penting, Hal: Permintaan Test PCR dan Rapid Test, Berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Kota Bekasi pada Tanggal 17 Juni 2020 terkait penetapan jadwal Kegiatan Kunjungan Kerja Alat Kelengkapan DPRD Komisi dengan ini kami meminta saudara Wali Kota Bekasi untuk menghadirkan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk melaksanakan Test PCR dan Rapid Test Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bekasi pada, Jum’at 19 Juni 2020 bertempat di Aula Lantai 3 DPRD Kota Bekasi Jl. Chairil Anwar No. 112, Bekasi Timur, Cacatan: Peserta Test PCR kurang lebih 70 orang, peserta Rapid Test kurang lebih 50 orang dan ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD. Namun dalam pelaksanaannya, Alat Rapid beserta Obatnya kekurangan.

(Yudhi)

Petugas Rapid Test (Test Swab) yang diusir dari gedung DPRD.
banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan