Ketua IPW, Neta S. Pane: Deputi Penindakan KPK Harus Loyal Pada Profesi, Cerdas, Reserse Yang Tangguh dan Teruji Dilapangan

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Neta S. Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) menegaskan bahwa Deputi Penindakan KPK yang akan dipilih pimpinan Lembaga Anti Rasuna pada 8 April 2020 nanti haruslah figur yang loyal pada profesinya, cerdas, reserse yang tangguh dan teruji di lapangan. Sehingga bisa membawa KPK pada penyelesaian kasus korupsi dengan profesional, modern, dan dipercaya publik.

“Saat ini, ada tiga figur dalam pengujian akhir untuk calon Deputi Penindakan KPK. Yakni, Wakil Kapolda DI Yogyakarta, Brigjen Karyoto, Kepala Diklat Reserse Lemdiklat Polri, Brigjen Agus Nugroho, dan Wakil Kapolda Sumatera Selatan Brigjen Rudi Setiawan. Ind Police Watch (IPW) menilai, selama ini sebagai perwira Polri ketiganya memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas yang teruji. Selain itu, belum ada kasus negatif yang menyangkut ketiganya,” tegas Neta S Pane kepada medialingkar.com, Selasa (7/4).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Neta S Pane menjelaskan, Begitu juga laporan negatif tentang mereka belum pernah diterima IPW. Sebab itu IPW menilai peluang ketiganya sama sama kuat untuk menjadi Deputi Penindakan KPK. Sehingga sulit bagi pimpinan KPK untuk menentukan siapa dari ketiganya yang paling loyal, cerdas, reserse yang tangguh, dan teruji di lapangan.

“Namun dari ketiga figur itu IPW melihat ada dua figur yang sangat berpeluang, setidaknya bisa bersinerji dan bekerjasama secara solid dengan Ketua KPK Firli, yakni Brigjen Karyoto dan Brigjen Rudi Setiawan. Karyoto misalnya pernah bertugas di KPK sehingga sangat paham tentang berbagai masalah di internal lembaga anti rasuha itu, termasuk siapa saja yang menjadi biang kerok di lembaga anti rasuha itu. Sementara Brigjen Rudi pernah menjadi wakilnya Firli di Polda Sumsel sehingga sangat paham tentang strategi, arah dan gaya maupun kinerja Ketua KPK tersebut, terutama dalam hal pemberantasan korupsi,” ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, sambung Neta S. Pane, siapapun yang terpilih menjadi Deputi Penindakan KPK, tugas berat sudah menantinya. Antara lain tugas yang harus dihadapi adalah banyaknya tunggakan perkara yang harus segera diselesaikan, dan segera membangun soliditas di kalangan penyidik KPK.

“Sebelumnya para calon Deputi Penindakan KPK ini sudah diusulkan Kapolri Idham Azis jauh hari. Berdasarkan TR Kapolri No:R/99/I/KEP/2020 tgl 16 Januari 2020 ada lima brigjen yang diusulkan untuk diseleksi menjadi Deputi Penindakan KPK, yaitu Wakapolda Jambi Brigjen Dul Alim (Akpol 1989), Wakapolda Jogja Brigjen Karyoto (Akpol 1990), Koordinator Wilayah Penindakan KPK Brigjen Setyo Budiyanto (Akpol 1989), Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan (Akpol 1993), dan Direktur Penyidikan KPK Brigjen RZ Panca Putra (Akpol 1990). Dalam TR itu juga ada lima kombes yang diusulkan untuk menjadi Direktur Penyelidikan KPK, yakni Golkar PRW, Lukas Akbar, Helmi Santika, Yustan Alfiani, dan Nazirwan AW. Dengan terpilihnya Deputi Penindakan KPK yang baru dan terpilihnya Direktur Penyelidikan yang baru, Ketua KPK Firli diharapkan semakin terbantu untuk membawa Marwah baru Lembaga Anti Rasuna,” pungkasnya.

(Goez)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan