Kegaduhan Itu Terus Berlanjut, Bermula Dari Pacul hingga Teh Botol Sosro

  • Whatsapp
Kegaduhan itu Terus Berlanjut, bermula dari Pacul hingga Teh Botol Sosro

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Gemuruh Pilpres sudah gaduh terdengar, Ketua DPP PDIP Bidang  Pemenangan Pemilu 2024,  Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menyatakan bakal menyandingkan Puan Maharani sebagai Cawapres siapapun Capresnya, layaknya iklan teh botol sosro apapun makanannya minumnya teh  botol sosro. Hal ini dianggap kontradiktip dan terkesan akan merendahkan PDIP sebagai partai besar sekaligus pemenang Pemilu 2019, seperti diungkapakan penggiat media social   Denny Siregar. PDIP yang mempunyai anggota DPR RI adalah partai dengan gerbong terbesar setelah Golkar dan Gerindra.

Karena kegaduhan tersebut Ketua Umum Partai PDIP Ibu Megawati  pada 23 Mei 2021 memanggil Puan  Maharani, Bambang “Pacul” Wuryanto, dan Hasto Kritiyanto. Mereka dikumpulkan dalam satu meja  di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar. Dalam pertemuan tersebut  Bambang Pacul tetap bersuara lantang tentang pencalonan Puan Maharani dan penolakannya terhadap Ganjar Pronowo. Bambang Pacul tetap ngotot, bahkan memberikan alternatip siapapun Capresnya, wakilnya Puan Maharani, seperti dikutip Merdeka.com.

Bacaan Lainnya

Produk minuman ringan ini sepertinya mendapatkan berkah atas kegaduhan ini. Namun demikian hal yang positip adalah saran yang disampaikan bekas Grandmaster catur kita , Utut Adianto yang sekarang menjabat Wakil Sekertaris Jenderal PDIP sekaligus sebagai Ketua Fraksi PDIP DPR RI, “Kalau saran saya semua konsentrasi kepada pekerjaan masing-masing kalau pekerjaan masing-masing baik otomatis seperti itu,” demikian  sarannya.

Kegaduhan  pencalonan Ganjar  menjadi positip implikatip terhadap siapapun yang akan mencalonkan diri menjadi  Presiden  Indonesia mendatang. Hal ini seperti diungkapkan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi  bahwa,pemilu masih panjang waktunya,bagi calon presiden siapapun itu akan teruji seperti  dalam  mengatasi  covid, mengatasi ekonomi akan menjadi rekomendasi yang baik untuk calon  presiden di 2024. Dan ini akan menjadi rekam jejak  yang baik untuk dijadikan keputusan siapa yang layak jadi calon presiden  di Pemilu tahun 2024.   (SUS, Media  Lingkar  Indonesia)

Tinggalkan Balasan