Kantor PP GPII Diserang dan Kader Ditangkap Oknum Aparat Di Jakarta, GPII Jabar Tuntut Keadilan!

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Lewat keterangan persnya, Ketua Umum PW GPII Jawa Barat, Irwan Sholeh Amir angkat bicara guna menyikapi Kantor PP GPII yang diserang dan Kader ditangkap oleh oknum Aparat di Jakarta.

Irwan Sholeh Amir menjelaskan seminggu terakhir ini hampir di seluruh daerah di Indonesia terjadi aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law), tak terkecuali di ibukota Jakarta. Eskalasi gerakan massa aksi semakin meningkat bahkan sering berakhir ricuh. Kondisi ini diperparah oleh sikap oknum aparat yang represif menangani massa aksi, perilaku yang tidak manusiawi itu kita saksikan dari video dan foto yang beredar viral di masyarakat, hingga banyak korban luka dan korban salah tangkap.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Hari Selasa 13 Oktober 2020 di Jakarta, kita kembali menyaksikan sikap brutal oknum aparat dalam mengamankan demonstrasi, karena menggunakan kekerasan dan tak ragu merusak fasilitas masyarakat, bahkan hal ini langsung dialami sendiri oleh kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Jakarta, dengan dalih mengamankan peserta aksi, kantor Pimpinan Pusat GPII di Menteng Raya No. 58 dibombardir gas air mata dan sejumlah fasilitas dirusak, enam kader GPII dan 10 kader PII (Pelajar Islam Indonesia) yang sedang berada di lokasi ditangkap tanpa penjelasan,” terang Irwan Sholeh Amir, Rabu (14/10/2020).

Menurut Irwan Sholeh Amir, penyerangan ini dipicu aksi ricuh demonstrasi yang terjadi di sekitar Menteng Raya, diduga pihak aparat melakukan pengejaran kepada peserta aksi yang ikut mengamankan diri dikantor PP GPII. Namun di luar dugaan, kantor pun jadi target tembakan gas air mata dan perusakan oleh oknum aparat, ditemukan simbahan darah di lantai kantor, kaca-kaca jendela pecah dan pintu yang rusak.

“Menyikapi hal ini, Pimpinan Wilayah GPII Jawa Barat mengutuk keras segala bentuk sikap represif oknum aparat dalam tragedi penyerangan kantor PP GPII. Mendesak pihak kepolisian untuk segera membebaskan kader GPII dan PII yang ditangkap serta mengajak seluruh kader GPII seluruh Indonesia untuk ikut mengecam dan menuntut keadilan, menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada Komnas HAM,” tegasnya.

Irwan Sholeh Amir menambahkan, PW GPII Jabar menyesalkan tindakan represif semacam ini terus berulang dan terjadi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Mestinya aparat keamanan bisa bersikap proporsional dalam menertibkan aksi demonstrasi, karena kebebasan menyatakan pendapat dan menyampaikan aspirasi itu dilindungi undang-undang. Maka sepantasnya pihak kepolisian bersikap persuasif, dan mengantisipasi sedini mungkin jika ada kelompok yang diduga akan melakukan provokasi dan membuat ricuh, hal tersebut bisa dilakukan dengan memaksimalkan peran Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia.

“PW GPII Jabar akan ikut mengawal proses hukum yang akan ditempuh PP GPII, karena negara ini adalah negara hukum, maka hukum harus ditegakkan. Rasa kemanusiaan mesti dijunjung tinggi, sesuai dengan bunyi sila kedua Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang, semua pihak wajib menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan melawan hukum,” tegasnya.(Kem)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan