Jumlah Pegawai Pemkot Bekasi Positif Covid-19 Kian Bertambah, Walikota Bekasi Dinilai Tidak Punya Emphati!

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDIA LINGKAR INDONESIA – Dalam sepekan terakhir, hampir tiap hari pegawai Pemkot Bekasi dinyatakan positif terkena Covid-19, namun tidak terlihat upaya nyata guna memutus mata rantai penyebaran virus Pandemi tersebut dikalangan pegawai Pemerintah Kota Bekasi.

Walikota Bekasi sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Covid, Rahmat Effendi, meskipun tingkat penyebaran Covid-19 dikalangan pegawai Pemkot kian menghawatirkan, pihaknya tidak memberhentikan aktifitas diseluruh OPD Pemkot Bekasi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Padahal tiap hari, pegawainya dinyatakan Covid-19. Bahkan OPD yang cukup rawanpun, Rahmat Effendi tidak menghentikan aktifitas pegawainya, Walikota seperti tidak memiliki emphati pada pegawai dan keluarga pegawainya,” ujar Hasan Basri, Aktivis Mahamuda Bekasi sekaligus Pengamat Sosial di Kota Bekasi kepada medialingkar.com, Minggu (19/7/2020).

Padahal, sambung Hasan, jika Walikota Bekasi, Rahmat Effendi serius menangani penyebaran Covid-19, harusnya berani melakukan langkah-langkah yang ekstra.

“Garusnya diberhentikan dulu aktifitas perkantoran, jangan hanya mengejar aspek PAD, tapi anak buahnya terus berjatuhan kaya lalat dihantam Covid-19. Dan Walikota harusnya memilki “sense of emphaty” pada pegawai dan keluarganya,” tegasnya.

Namun, lanjut Hasan, apabila tidak memungkinkan untuk menghentikan aktifitas perkantoran, seharusnya Walikota membuat kebijakan seperti disaat pertama kali gelombang Covid-19 mewabah.

“Sekarang banyak pegawai yang positif, harusnya Walikota selaku Ketua Gugus Tugas minimal mengatur shift pegawai atau WFH, jangan semuanya disuruh masuk,” paparnya.

Setidaknya, sebagaimana diketahui bahwa gelombang kedua penyebaran Covid-19 saat ini yang sangat mengkhawatirkan banyaknya pegawai Kota Bekasi yang positif. Lebih dari 15 orang pegawai terpapar covid 19, yang mana tentunya apabila pegawai terpapar akan menyebarkan kembali di keluarganya dan lingkungannya.

“Cobalah rasakan kegalauan para staff dibawah wahai Ketua Gugus Tugas. Apabila Walikota tidak mengambil sikap, saya khawatir seluruh OPD akan terpapar Covid-19 secara masif dan menjadi carier virus ke masyarakat,” tandasnya.

Sayang, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati belum bisa dimintai keterangannya.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan