Jalan Utama Ditutup Dampak Covid-19, Warga Kp. Pulo Gede Kota Bekasi Gelar Aksi Penolakan

  • Whatsapp
banner 468x60

LINGKAR INDONESIA – Perlawanan Warga Kp. Pulo Gede RW.011, Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi terhadap rencana penutupan Jalan utama Komplek Perumahan Jaka Permai di apresiasikan dengan aksi pemasangan spanduk penolakan yang diikuti sekitar 300 warga, Selasa (8/9/2020).

“Jl. Cendana Raya di Komplek Jaka Permai, Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi yang memiliki lebar jalan sekitar 6 meter dengan panjang sekitar 600 meter sudah ada sejak jaman dahulu sebelum adanya Komplek Jaka Permai, dulu waktu masih Perumahan Mas Naga tidak pernah ada masalah seperti ini, sekarang ada rencana dari pihak Ketua RW. 06A dan pengurus RW. 06A, jalan ini akan ditutup secara permanen, jelas kami warga Kp. Pulo Gede khususnya RW.011 menolak keras dengan rencana tersebut, sebagai aksi penolakan dari rencana Ketua RW.06A Komplek Jaka Permai tersebut, kami pengurus RW beserta perwakilan dari 12 RT dan warga mengadakan aksi damai dengan orasi penolakan dan spanduk penolakan yang ditanda tangani dengan para perwakilan warga, mulai dari Ketua RT, Tokoh Agama, Tokoh Sesepuh Kampung, Tokoh Pemuda dan sekitar 300 warga yang ikut bersimpati,” ungkap Noerhadi, Ketua RW.011.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Masih dilokasi yang sama, Tokoh sesepuh Kp. Pulo Gede, Noer Ali, turut mejelaskan bahwa hal ini memang bukan yang pertama kali, rencana penutupan Jl. Cendana Raya secara permanen ini sudah 14 tahun yang lalu, pada waktu itu kita bersama-sama warga Kp. Pulo Gede menolak, tapi untuk kebijakan saat ini yang memang masa Pandemi Covid-19, dengan alasan keamanan dengan diberlakukan buka tutup tidak masalah.

“Tapi kalau memang ada rencana ditutup lagi secara permanen jelas kita tolak secara tegas, kalau sampai hal ini terjadi, kita lihat lah, intansi terkait seperti Lurah, Camat bahkan Pemkot masa membiarkan ini terjadi, kalau sampai ini terjadi semua akses yang menuju Jl. Raya Kalimalang bisa di tutup semua, tolong dipikirkan kepentingan orang banyak, terutama pengguna jalan yang melewati akses jalan tersebut, malah menurut saya penutupan Jl. Cendana Raya ini ada indikasi kepentingan kelompok tertentu,” terangnya.

Sementara, Ketua RT.011, Novi Yanto yang ikut aksi penolakan tersebut juga menuturkan kepada awak media bahwa sebagai Ketua RT.011 yang mewakili dari warga RT.011 menolak dengan keras rencana penutupan jalan ini.

“Bahkan kemarin saya juga sudah konfirmasi kepada rekan-rekan RT disini, bahwa kita semua sebagai pengurus RT sangat menolak dengan rencana penutupan jalan tersebut secara permanen, karena dengan penutupan permanen jalan tersebut jelas menimbulkan banyak kerugian, terutama akses jalan, biasa kita tempuh dekat ini menjadi jauh sebab kita harus memutar, disini juga banyak pedagang yang harus berjualan di depan sana, kalau jalan ditutup permanen kasian mereka harus memutar jalan sambil mendorong gerobak mereka, belum pekerja dan pelajar kalau sudah aktif, mereka dikejar waktu, yang jelas rencana Ketua RW.06A ini serius, karena mereka telah mengadakan angket (pemilihan suara yang pro dan kontra) untuk warganya, dan tetap dengan tegas, kami perwakilan warga akan menolak rencana tersebut,” paparnya.

Heni, warga RW.06A, Komplek Jaka Permai juga menututurkan, kalau dirinya tidak setuju sekali dengan rencana penutupan secara permanen jalan tersebut, karena saya usaha dibelakang.

“Kalau sampai jalan ini ditutup saya bisa mati kutu, lihat juga dong kehidupan disekitar, kalau sekedar sementara di masa pandemi Covid-19, tidak masalah, tapi kalau ditutup permanen, lihat dong kehidupan orang banyak, sambil menutup pembicaraan,” tegasnya.

Sayangnya, Ketua RW.06A hingga berita ini diturunkan dirinya belum bisa dimintai keterangan.(YD)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan